Bronjong dibuka, hindari tanggul jebol
Kamis, 22 November 2012 - 18:39 WIB
Bronjong dibuka, hindari tanggul jebol
A
A
A
Sindonews.com - Sebagian bronjong Kali Laya terpaksa dibuka kembali untuk mencegah jebolnya tanggul. Bronjong dibuka pada Rabu 21 November 2012 kemarin. Hal itu disebabkan tanggul nyaris jebol, karena debit air sungai yang tinggi.
Lurah Tugu Supardi mengatakan, tanggul Kali Laya sempat nyaris jebol karena curah hujan yang tinggi dan ada air yang mengalir dari Bogor.
"Posisinya bukan di bagian yang jebol dulu, tapi di atas rumah warga. Air bahkan sudah merembes melalui tanah yang membatasi rumah itu dengan saluran air," kata Supardi, di Depok, Kamis (22/11/2012).
Kondisi tersebut dikhawatirkan akan mengakibatkan bronjong menjadi jebol kembali. Melihat kondisi itu, kata Supardi, maka diputuskan untuk membuka sebagian brojong. Dengan demikian, aliran air terbagi ke jalan perumahan warga.
"Kalau brojong tidak dibuka, bisa jebol lagi karena debit air sangat tinggi," terangnya.
Pasalnya pada hari ini debit air masih tinggi meskipun cuaca sedang cerah. Bahkan aliran air nyaris melewati bronjongan yang sudah dibangun.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Tugu Ikhwanudin mengatakan, tinggi bronjongan memang sudah tidak bisa ditambah lagi. Sebab, dasar sungai terdiri dari tanah yang lembut. Bila bronjong ditambah, dikhawatirkan akan menambah tekanan air sehingga berpotensi jebol.
"Waktu kita tancapkan tiang pun, dasarnya masih goyang. Semalam, tanggulnya sudah gerak-gerak," ujar dia.
Saat ini warga hanya bisa waspada apabila hujan besar datang. "Kami juga sudah membujuk keluarga yang di dekat sungai itu untuk pindah. Untuk sementara dia tinggal di dua rumah yang ada di sebelahnya," tutupnya. r ratna purnama
Lurah Tugu Supardi mengatakan, tanggul Kali Laya sempat nyaris jebol karena curah hujan yang tinggi dan ada air yang mengalir dari Bogor.
"Posisinya bukan di bagian yang jebol dulu, tapi di atas rumah warga. Air bahkan sudah merembes melalui tanah yang membatasi rumah itu dengan saluran air," kata Supardi, di Depok, Kamis (22/11/2012).
Kondisi tersebut dikhawatirkan akan mengakibatkan bronjong menjadi jebol kembali. Melihat kondisi itu, kata Supardi, maka diputuskan untuk membuka sebagian brojong. Dengan demikian, aliran air terbagi ke jalan perumahan warga.
"Kalau brojong tidak dibuka, bisa jebol lagi karena debit air sangat tinggi," terangnya.
Pasalnya pada hari ini debit air masih tinggi meskipun cuaca sedang cerah. Bahkan aliran air nyaris melewati bronjongan yang sudah dibangun.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Tugu Ikhwanudin mengatakan, tinggi bronjongan memang sudah tidak bisa ditambah lagi. Sebab, dasar sungai terdiri dari tanah yang lembut. Bila bronjong ditambah, dikhawatirkan akan menambah tekanan air sehingga berpotensi jebol.
"Waktu kita tancapkan tiang pun, dasarnya masih goyang. Semalam, tanggulnya sudah gerak-gerak," ujar dia.
Saat ini warga hanya bisa waspada apabila hujan besar datang. "Kami juga sudah membujuk keluarga yang di dekat sungai itu untuk pindah. Untuk sementara dia tinggal di dua rumah yang ada di sebelahnya," tutupnya. r ratna purnama
(mhd)