Dua jam dari Bogor ke Stasiun Bojonggede
Kamis, 22 November 2012 - 16:52 WIB
Dua jam dari Bogor ke Stasiun Bojonggede
A
A
A
Sindonews.com - Akibat rel KRL longsor, membuat penumpang dari Bogor dan Cilebut harus menggunakan angkutan kota (angkot) ke Stasiun Bojonggede.
Penggunaan angkutan umum ternyata menghabiskan waktu. Untuk sampai ke Stasiun Bojonggede, penumpang KRL harus menempuh hingga dua jam. Padahal, normalnya hanya 30 menit saja.
“Macet banget jalanan menuju stasiun. Hampir dua jam saya dari Bogor ke Bojong,” kata Fadlul, warga Bogor yang naik di Stasiun Bojong Gede, Kamis (22/11/2012).
Selain itu, terdapat rangkaian yang tertahan ketika memasuki stasiun karena hanya digunakan satu jalur. Karyawan swasta yang berkantor di Jakarta itu tetap memilih menggunakan KRL karena alasan efisien.
“Kalau naik angkot sampai Jakarta mau makan waktu berapa lama. Jadi saya tetap naik kereta walau penuh,” ucapnya.
Fadlul merasa dirugikan dengan adanya gangguan ini. Karena kartu bulanan yang dia beli mengalami kenaikan, ternyata tetap terjadi gangguan.
“Seharusnya diikuti dengan perbaikan pelayanan. Ya saya merasa rugi kalau begini. Harus mengeluarkan ongkos lebih untuk angkot,” tegasnya.
Bahkan ada penumpang yang terpaksa menunda keberangkatan menuju Bogor. “Karena enggak ada kereta ke Bogor ya saya enggak jadi,” kata Iwan, warga Beji, Bogor.
Penggunaan angkutan umum ternyata menghabiskan waktu. Untuk sampai ke Stasiun Bojonggede, penumpang KRL harus menempuh hingga dua jam. Padahal, normalnya hanya 30 menit saja.
“Macet banget jalanan menuju stasiun. Hampir dua jam saya dari Bogor ke Bojong,” kata Fadlul, warga Bogor yang naik di Stasiun Bojong Gede, Kamis (22/11/2012).
Selain itu, terdapat rangkaian yang tertahan ketika memasuki stasiun karena hanya digunakan satu jalur. Karyawan swasta yang berkantor di Jakarta itu tetap memilih menggunakan KRL karena alasan efisien.
“Kalau naik angkot sampai Jakarta mau makan waktu berapa lama. Jadi saya tetap naik kereta walau penuh,” ucapnya.
Fadlul merasa dirugikan dengan adanya gangguan ini. Karena kartu bulanan yang dia beli mengalami kenaikan, ternyata tetap terjadi gangguan.
“Seharusnya diikuti dengan perbaikan pelayanan. Ya saya merasa rugi kalau begini. Harus mengeluarkan ongkos lebih untuk angkot,” tegasnya.
Bahkan ada penumpang yang terpaksa menunda keberangkatan menuju Bogor. “Karena enggak ada kereta ke Bogor ya saya enggak jadi,” kata Iwan, warga Beji, Bogor.
(maf)