Jokowi belum tahu rencana jalan tol
Kamis, 22 November 2012 - 16:34 WIB
Jokowi belum tahu rencana jalan tol
A
A
A
Sindonews.com - Untuk mengurai kemacetan Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tampaknya memprioritaskan pembangunan angkutan massal. Sementara untuk rencana pembangunan enam ruas jalan tol, masih ditangguhkan.
"Jalan tolnya seperti apa juga belum dipresentasikan. Saya ingin menggerakkan orangnya bukan menggerakkan mobilnya," jelas Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (22/11/2012).
Mengenai penangguhan pembuatan jalan tol, Jokowi membantah jika dibilang menolaknya.
"Bukan menolak, tapi memberikan prioritas pada fasilitas transportasi massal. Kalau prioritas ke jalan tol maka itu memberikan prioritas kepada mobil," katanya.
Sementara ini, Jokowi akan konsentrasi pada realisasi angkutan massal. Ia mengatakan akan segera mengeksekusi transportasi massal tersebut karena untuk blue print dan konsepnya sudah ada.
"Kalau tidak segera saya eksekusi (realisasikan), kapan kita bisa punya," tegasnya.
Sedangkan mengenai enam jalan tol baru tersebut diakui Jokowi belum dipresentasikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Sebelumnya diketahui, proyek pembangunan enam ruas tol baru ini sudah direncanakan sejak tahun 2005 silam oleh Kementerian PU.
Enam ruas jalan tol tersebut yakni Kampung Melayu-Kemayoran (9,6 km), Semanan-Sunter lewat Rawabuaya Duri Pulo (22,8 km), dan Kampung Melayu-Duripulo lewat Tomang (11,4 km).
Kemudian jalur Sunter-Pulogebang lewat Kelapa Gading (10,8 km), Ulujami-Tanah Abang (8,3 km), dan Pasar Minggu-Casablanca (9,5 km). Total anggaran sendiri diketahui mencapai Rp42 triliun.
"Jalan tolnya seperti apa juga belum dipresentasikan. Saya ingin menggerakkan orangnya bukan menggerakkan mobilnya," jelas Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (22/11/2012).
Mengenai penangguhan pembuatan jalan tol, Jokowi membantah jika dibilang menolaknya.
"Bukan menolak, tapi memberikan prioritas pada fasilitas transportasi massal. Kalau prioritas ke jalan tol maka itu memberikan prioritas kepada mobil," katanya.
Sementara ini, Jokowi akan konsentrasi pada realisasi angkutan massal. Ia mengatakan akan segera mengeksekusi transportasi massal tersebut karena untuk blue print dan konsepnya sudah ada.
"Kalau tidak segera saya eksekusi (realisasikan), kapan kita bisa punya," tegasnya.
Sedangkan mengenai enam jalan tol baru tersebut diakui Jokowi belum dipresentasikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Sebelumnya diketahui, proyek pembangunan enam ruas tol baru ini sudah direncanakan sejak tahun 2005 silam oleh Kementerian PU.
Enam ruas jalan tol tersebut yakni Kampung Melayu-Kemayoran (9,6 km), Semanan-Sunter lewat Rawabuaya Duri Pulo (22,8 km), dan Kampung Melayu-Duripulo lewat Tomang (11,4 km).
Kemudian jalur Sunter-Pulogebang lewat Kelapa Gading (10,8 km), Ulujami-Tanah Abang (8,3 km), dan Pasar Minggu-Casablanca (9,5 km). Total anggaran sendiri diketahui mencapai Rp42 triliun.
(ysw)