PT KAI bangun satu jalur di pemukiman
Kamis, 22 November 2012 - 10:50 WIB
PT KAI bangun satu jalur di pemukiman
A
A
A
Sindonews.com - Untuk memulihkan perjalanan kereta rel listrik (KRL) PT KAI akan membuat satu jalur di kawasan pemukiman. Sementara jalur yang dibuat baru satu jalur untuk tujuan Bogor.
Langkah pertama yang akan dilakukan adalah dengan cara memutuskan kabel-kabel listrik yang ada di lokasi rel longsor. Kemudian memasang kembali tiang listrik sementara di area yang tidak terkena longsor.
Kemudian setelah itu, petugas memindahkan rel ke arah pemukiman warga agar bisa dilalui satu jalur rel kereta api.
Setelah itu, PT KAI melakukan pengurugan lokasi tanah longsor dengan menggunakan material yang didatangkan.
"Kami usahakan terlebih dahulu satu rel bisa berfungsi agar kereta api bisa melintas dengan satu rel," kata Sugeng Kahumas Daop 1 PT KAI, di Desa Cilebut Timur, Kamis (22/11/2012).
Menurutnya, pengerjaan tersebut membutuhkan dua hari kerja. Namun jika cuaca tidak mendukung dan terus turun hujan maka waktu yang dibutuhkan akan lama lagi.
"Mudah mudahan bisa selesai secepatnya, kami utamakan pelayanan penumpang ke Bogor bisa kembali normal," pungkas Sugeng.
Langkah pertama yang akan dilakukan adalah dengan cara memutuskan kabel-kabel listrik yang ada di lokasi rel longsor. Kemudian memasang kembali tiang listrik sementara di area yang tidak terkena longsor.
Kemudian setelah itu, petugas memindahkan rel ke arah pemukiman warga agar bisa dilalui satu jalur rel kereta api.
Setelah itu, PT KAI melakukan pengurugan lokasi tanah longsor dengan menggunakan material yang didatangkan.
"Kami usahakan terlebih dahulu satu rel bisa berfungsi agar kereta api bisa melintas dengan satu rel," kata Sugeng Kahumas Daop 1 PT KAI, di Desa Cilebut Timur, Kamis (22/11/2012).
Menurutnya, pengerjaan tersebut membutuhkan dua hari kerja. Namun jika cuaca tidak mendukung dan terus turun hujan maka waktu yang dibutuhkan akan lama lagi.
"Mudah mudahan bisa selesai secepatnya, kami utamakan pelayanan penumpang ke Bogor bisa kembali normal," pungkas Sugeng.
(ysw)