Rel Longsor, 22 rumah rusak
Kamis, 22 November 2012 - 08:50 WIB
Rel Longsor, 22 rumah rusak
A
A
A
Sindonews.com - Akibat tanah longsor yang terjadi di rel kereta api antara stasiun Cilebut dan Bojonggede menyebabkan 22 rumah rusak mengalami kerusakan.
Warga menuntut PT Kereta Api Indonesia (KAI) bertanggung jawab atas kerusakan rumah warga.
Kepala Desa Cilebut Timur, Taufik Hidayat mengatakan, ke 22 rumah tersebut tepat berada diatas rel di kampung Babakan Sirna, Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.
Seluruh rumah yang rusak terdiri dari 17 rumah rusak berat dan 5 rusak ringan. Menurut Kades, jumlah kepala keluarga (KK) yang menempati rumah sebanyak 22 KK dengan 96 jiwa.
Karena rusaknya rumah mereka, kepala desa meminta PT KAI bertanggung jawab atas musibah tersebut.
"Ini merupakan kesalahan PT KAI, warga disini sudah meminta perbaikan di area longsor sebelum peristiwa ini terjadi," kata Taufik di desa Cilebut Timur, Kabupaten Bogor, Kamis (22/11/2012).
Selain itu, Kades juga meminta Pemkab Bogor segera membangun tanggul agar air di kali baru tidak meluap.
Warga menuntut PT Kereta Api Indonesia (KAI) bertanggung jawab atas kerusakan rumah warga.
Kepala Desa Cilebut Timur, Taufik Hidayat mengatakan, ke 22 rumah tersebut tepat berada diatas rel di kampung Babakan Sirna, Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.
Seluruh rumah yang rusak terdiri dari 17 rumah rusak berat dan 5 rusak ringan. Menurut Kades, jumlah kepala keluarga (KK) yang menempati rumah sebanyak 22 KK dengan 96 jiwa.
Karena rusaknya rumah mereka, kepala desa meminta PT KAI bertanggung jawab atas musibah tersebut.
"Ini merupakan kesalahan PT KAI, warga disini sudah meminta perbaikan di area longsor sebelum peristiwa ini terjadi," kata Taufik di desa Cilebut Timur, Kabupaten Bogor, Kamis (22/11/2012).
Selain itu, Kades juga meminta Pemkab Bogor segera membangun tanggul agar air di kali baru tidak meluap.
(ysw)