Pengantar tes kesehatan balon Pilgub Jabar 10 orang
Selasa, 20 November 2012 - 03:00 WIB
Pengantar tes kesehatan balon Pilgub Jabar 10 orang
A
A
A
Sindonews.com - Tim kampanye yang mengantar bakal pasangan calon (balon) Gubernur-Wakil Gubernur Jabar yang menjalani pemeriksaan kesehatan maksimal 10 orang.
Komisioner Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat (KPU Jabar) Ferdhiman mengatakan, pembatasan jumlah pengantar itu dimaksudkan agar tim dokter selaku pelaksana pemeriksaan dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan benar.
"Agar terjamin ketenangan dan ketelitian tim dokternya," kata Ferdiman dalam rapat persiapan pemeriksaan kesehatan balon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2013 bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jabar, Senin 19 November 2012.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan itu akan dilaksanakan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Sabtu 24-Minggu 25 November 2012.
Usulan yang mendapat respons positif dan disetujui oleh tim kampanye lima balon Pilgub Jabar.
Sementara Wakil Ketua IDI Jabar Dr Noormathani meminta, agar tim kampanye (tim sukses) balon tidak memasuki ruangan pemeriksaan, serta pihak KPU dan Polda Jabar dapat menjamin keamanan dan ketenangan selama pemeriksaan berlangsung.
“Kepada tim sukses bakal calon supaya tidak masuk ke ruangan pemeriksaan. Cukup mengantar bakal pasangan calon sampai Paviliun Parahyangan di lantai bawah. Kami sudah menyediakan tempat khusus untuk tim sukses. Kami ingin kejadian tahun 2008 tidak terulang pada pelaksanaan pemeriksaan kesehatan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2013,” ungkap Noormathani.
Pelaksanaan pemeriksaan berdasarkan kesiapan tiap bakal pasangan calon yang diusulkan oleh tim kampanye masing-masing.
Untuk hari pertama, Sabtu 24 November dilakukan pemeriksaan terhadap tiga balon, yaitu Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki, Yusuf Macan Effendi (Dede Yusuf)-Lex Laksamana, serta Ahmad Heryawan- Deddy Mizwar.
Hari kedua, Minggu 25 November pemeriksaan terhadap pasangan Dikdik Mulyana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib dan Irianto MS. Safiuddin (Yance)-Tatang Farhanul Hakim.
Koordinator tim dokter pemeriksaan Dr Erwan Martanto menambahkan, status kesehatan yang dibutuhkan oleh pengemban jabatan kepala daerah dan wakilnya setidaknya harus dapat melakukan kegiatan fisik sehari-hari secara mandiri tanpa hambatan yang bermakna.
"Juga tidak memiliki penyakit yang diperkirakan akan mengakibatkan kehilangan kemampuan fisik serta memiliki kesehatan jiwa sedemikian rupa, sehingga tidak kehilangan kemampuan dalam melakukan observasi, menganalisi, membuat keputusan dan mengkomunikasikannya," tutup Martanto.
Komisioner Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat (KPU Jabar) Ferdhiman mengatakan, pembatasan jumlah pengantar itu dimaksudkan agar tim dokter selaku pelaksana pemeriksaan dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan benar.
"Agar terjamin ketenangan dan ketelitian tim dokternya," kata Ferdiman dalam rapat persiapan pemeriksaan kesehatan balon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2013 bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jabar, Senin 19 November 2012.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan itu akan dilaksanakan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Sabtu 24-Minggu 25 November 2012.
Usulan yang mendapat respons positif dan disetujui oleh tim kampanye lima balon Pilgub Jabar.
Sementara Wakil Ketua IDI Jabar Dr Noormathani meminta, agar tim kampanye (tim sukses) balon tidak memasuki ruangan pemeriksaan, serta pihak KPU dan Polda Jabar dapat menjamin keamanan dan ketenangan selama pemeriksaan berlangsung.
“Kepada tim sukses bakal calon supaya tidak masuk ke ruangan pemeriksaan. Cukup mengantar bakal pasangan calon sampai Paviliun Parahyangan di lantai bawah. Kami sudah menyediakan tempat khusus untuk tim sukses. Kami ingin kejadian tahun 2008 tidak terulang pada pelaksanaan pemeriksaan kesehatan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2013,” ungkap Noormathani.
Pelaksanaan pemeriksaan berdasarkan kesiapan tiap bakal pasangan calon yang diusulkan oleh tim kampanye masing-masing.
Untuk hari pertama, Sabtu 24 November dilakukan pemeriksaan terhadap tiga balon, yaitu Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki, Yusuf Macan Effendi (Dede Yusuf)-Lex Laksamana, serta Ahmad Heryawan- Deddy Mizwar.
Hari kedua, Minggu 25 November pemeriksaan terhadap pasangan Dikdik Mulyana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib dan Irianto MS. Safiuddin (Yance)-Tatang Farhanul Hakim.
Koordinator tim dokter pemeriksaan Dr Erwan Martanto menambahkan, status kesehatan yang dibutuhkan oleh pengemban jabatan kepala daerah dan wakilnya setidaknya harus dapat melakukan kegiatan fisik sehari-hari secara mandiri tanpa hambatan yang bermakna.
"Juga tidak memiliki penyakit yang diperkirakan akan mengakibatkan kehilangan kemampuan fisik serta memiliki kesehatan jiwa sedemikian rupa, sehingga tidak kehilangan kemampuan dalam melakukan observasi, menganalisi, membuat keputusan dan mengkomunikasikannya," tutup Martanto.
(rsa)