Longsor, jalur Soreang-Ciwidey mulai dibuka
Senin, 19 November 2012 - 14:44 WIB
Longsor, jalur Soreang-Ciwidey mulai dibuka
A
A
A
Sindonews.com - Setelah sempat tertutup longsor, Jalur Soreang-Ciwidey, Kabupaten Bandung, kini sudah dibuka kembali. Arus lalu lintas yang semula terjebak longsor, yakni di Kampung Sungapan, Kecamatan Soreang, perlahan mulai bisa dilewati kendaraan baik dari Ciwidey menuju Bandung, maupun sebaliknya.
"Sudah dibuka, tadi sekitar pukul 12.00 WIB lebih," kata Kapolres Bandung AKBP Sandi Nugroho, kepada wartawan lewat telepon, Senin (19/11/2012).
Menurutnya, sebagian kendaraan yang mengantre sejak semalam sudah bisa melintas. "Namun kita masih berlakukan sistem buka tutup jalan," tandasnya.
Dia juga mengimbau para pengendara supaya ekstra hati-hati. Jalur masih licin karena masih ada sisa-sisa longsoran seperti lumpur.
Dia berharap, pengendara jangan memaksakan melintas di jalur tersebut mengingat khawatir ada longsor susulan. "Pengendara diharapkan ikuti aturan yang ada," paparnya.
Sementara itu, dua korban longsor di di Kampung Sungapan, Kecamatan Soreang, yaitu Rostini (30) dan Tresna Asih Siti (9), masih dalam pencarian. Kata Sandy, pihaknya masih berkoordinasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan SAR Nasional (Basarnas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan unsur masyarakat untuk mencari korban.
"Sudah dibuka, tadi sekitar pukul 12.00 WIB lebih," kata Kapolres Bandung AKBP Sandi Nugroho, kepada wartawan lewat telepon, Senin (19/11/2012).
Menurutnya, sebagian kendaraan yang mengantre sejak semalam sudah bisa melintas. "Namun kita masih berlakukan sistem buka tutup jalan," tandasnya.
Dia juga mengimbau para pengendara supaya ekstra hati-hati. Jalur masih licin karena masih ada sisa-sisa longsoran seperti lumpur.
Dia berharap, pengendara jangan memaksakan melintas di jalur tersebut mengingat khawatir ada longsor susulan. "Pengendara diharapkan ikuti aturan yang ada," paparnya.
Sementara itu, dua korban longsor di di Kampung Sungapan, Kecamatan Soreang, yaitu Rostini (30) dan Tresna Asih Siti (9), masih dalam pencarian. Kata Sandy, pihaknya masih berkoordinasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan SAR Nasional (Basarnas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan unsur masyarakat untuk mencari korban.
(azh)