Uji lampu jalan, Kulonprogo siapkan lokasi alternatif
Senin, 19 November 2012 - 09:33 WIB
Uji lampu jalan, Kulonprogo siapkan lokasi alternatif
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo menyiapkan tiga lokasi alternatif untuk menguji lampu penerangan jalan umum (PJU) baru. Pengujian dilakukan untuk membuktikan klaim efisiensi hingga lebih 60 persen.
Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kulonprogo, Triyono, mengatakan tiga lokasi yang disiapkan adalah Jembatan Srandakan, Bantar, dan Timur RSUD Wates.
"Sudah kita sampaikan ke perusahaan yang menawarkan lampu," kata Triyono di kantornya di Kuoonprogo, Senin (19/11/2012)
Tiga lokasi itu dipilih karena beberapa alasan. Di antaranya keberadaan kwh di lokasi tersebut. Di Jembatan Bantar, untuk satu baris jalan terdapat 1 kwh dengan 8 lampu. Sementara di Srandakan terdapat 16 lampu.
Di timur RSUD Wates, terdapat 2 kwh. Namun di sini, justru hanya terdapat 6 lampu saja.
“Uji cobanya tetap di 10 titik. Lokasinya di mana, ya salah satu dari tiga alternatif tadi,” katanya.
Selain keberadaan kwh dan lampu, tiga lokasi itu dipilih karena merupakan jalan besar. Sehingga, pengujian lampu dirasa akan maksimal karena dapat langsung dibandingkan dengan lampu yang lama.
Masyarakat juga dapat menilai langsung kondisinya.
"Klaimnya kan selain efisien, lampu baru ini lebih terang. Kemudian tidak membuat silau dan seterusnya," terangnya.
Jika dalam dua bulan, jumlah tagihan tidak jauh berbeda dengan lampu yang digunakan saat ini, maka penggantian lampu dipastikan tidak akan terjadi.
Dia mengaku tidak mau merugi karena harga lampu baru yang ditawarkan tiga kali lebih mahal.
“Kalau yang sekarang harganya sekitar Rp2,5 juta satu lampu dengan boksnya, lampu baru memang belum ada angka pasti. Tapi kisarannya antara Rp7-8 juta. Karena itu kita akan sangat hati-hati,” pungkasnya.
Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kulonprogo, Triyono, mengatakan tiga lokasi yang disiapkan adalah Jembatan Srandakan, Bantar, dan Timur RSUD Wates.
"Sudah kita sampaikan ke perusahaan yang menawarkan lampu," kata Triyono di kantornya di Kuoonprogo, Senin (19/11/2012)
Tiga lokasi itu dipilih karena beberapa alasan. Di antaranya keberadaan kwh di lokasi tersebut. Di Jembatan Bantar, untuk satu baris jalan terdapat 1 kwh dengan 8 lampu. Sementara di Srandakan terdapat 16 lampu.
Di timur RSUD Wates, terdapat 2 kwh. Namun di sini, justru hanya terdapat 6 lampu saja.
“Uji cobanya tetap di 10 titik. Lokasinya di mana, ya salah satu dari tiga alternatif tadi,” katanya.
Selain keberadaan kwh dan lampu, tiga lokasi itu dipilih karena merupakan jalan besar. Sehingga, pengujian lampu dirasa akan maksimal karena dapat langsung dibandingkan dengan lampu yang lama.
Masyarakat juga dapat menilai langsung kondisinya.
"Klaimnya kan selain efisien, lampu baru ini lebih terang. Kemudian tidak membuat silau dan seterusnya," terangnya.
Jika dalam dua bulan, jumlah tagihan tidak jauh berbeda dengan lampu yang digunakan saat ini, maka penggantian lampu dipastikan tidak akan terjadi.
Dia mengaku tidak mau merugi karena harga lampu baru yang ditawarkan tiga kali lebih mahal.
“Kalau yang sekarang harganya sekitar Rp2,5 juta satu lampu dengan boksnya, lampu baru memang belum ada angka pasti. Tapi kisarannya antara Rp7-8 juta. Karena itu kita akan sangat hati-hati,” pungkasnya.
(ysw)