Publik Jabar tak tahu Pilkada?
Minggu, 18 November 2012 - 21:48 WIB
Publik Jabar tak tahu Pilkada?
A
A
A
Sindonews.com - Survei Puskaptis menemukan hampir 10 persen lebih masyarakat Jawa Barat (Jabar) belum tahu ataupun masih bingung ketika ditanya tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Direktur eksekutif Puskaptis Husin Yazin mengatakan, tingkat pengetahuan masyarakat Jabar tentang Pilkada baru mencapai 88,7 persen. Responden yang mengatakan tidak tahu sebanyak 6,5 persen, dan yang menyatakan masih bingung 4,8 persen.
"Hasil survei ini termasuk mengejutkan. Sebab Jabar yang termasuk wilayah cukup berkembang dan melek informasi serta dinamis," ujar Husin saat memaparkan hasil surveinya, Minggu (18/11/2012).
Berdasarkan survei ini, lanjut dia, maka KPU harus bekerja keras lagi mensosialisasikan Pilkada. Begitupun dengan partai dan pasangan calon, serta pemerintah daerah setempat.
Husin menegaskan, Pilkada Jabar adalah hajatan politik yang memiliki posisi strategis. Karena dari sisi jumlah penduduk secara nasional sangat besar. Bumi parahiyangan 18,7 persen dari populasi jumlah penduduk Indonesia.
"Bila ditarik, jumlah penduduk Jabar itu sama dengan jumlah penduduk dari Aceh hingga Sumsel bila digabung. Juga sama dengan jumlah penduduk di 9 provinsi rata-rata," tegasnya.
Survei Puskaptis sendiri pada 12-16 November 2012. Jumlah responden yang disurvei sendiri sebanyak 1200 orang. Survei menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin error lebih kurang 2,5 sampai 2,8 persen, dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.
Direktur eksekutif Puskaptis Husin Yazin mengatakan, tingkat pengetahuan masyarakat Jabar tentang Pilkada baru mencapai 88,7 persen. Responden yang mengatakan tidak tahu sebanyak 6,5 persen, dan yang menyatakan masih bingung 4,8 persen.
"Hasil survei ini termasuk mengejutkan. Sebab Jabar yang termasuk wilayah cukup berkembang dan melek informasi serta dinamis," ujar Husin saat memaparkan hasil surveinya, Minggu (18/11/2012).
Berdasarkan survei ini, lanjut dia, maka KPU harus bekerja keras lagi mensosialisasikan Pilkada. Begitupun dengan partai dan pasangan calon, serta pemerintah daerah setempat.
Husin menegaskan, Pilkada Jabar adalah hajatan politik yang memiliki posisi strategis. Karena dari sisi jumlah penduduk secara nasional sangat besar. Bumi parahiyangan 18,7 persen dari populasi jumlah penduduk Indonesia.
"Bila ditarik, jumlah penduduk Jabar itu sama dengan jumlah penduduk dari Aceh hingga Sumsel bila digabung. Juga sama dengan jumlah penduduk di 9 provinsi rata-rata," tegasnya.
Survei Puskaptis sendiri pada 12-16 November 2012. Jumlah responden yang disurvei sendiri sebanyak 1200 orang. Survei menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin error lebih kurang 2,5 sampai 2,8 persen, dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.
(hyk)