Konflik Muba, PT GPU vs PT SKE kukuh

Senin, 19 November 2012 - 03:00 WIB
Konflik Muba, PT GPU...
Konflik Muba, PT GPU vs PT SKE kukuh
A A A
Sindonews.com - Konflik perbatasan antara Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) di Desa Suban Jaya dan Kabupaten Musi Rawas (Mura) di desa Pauh semakin meruncing. Hal ini ditengarai akibat peseteruan dua perusahaan antara PT Gorby Putra Utama (GPU) bergerak ditambang batubara dengan PT Sentosa Kurnia Energi (SKE) bergerak diperkebunan kelapa sawit.

Kedua perusahaan sama-sama ngotot memiliki izin pengelolaan lahan. Akibatnya sejumlah Intimidasi warga dan pekerja kedua perusahaan kerap terjadi.

Sebelumnya, bibit sawit milik PT SKE yang merupakan milik pengusaha lokal yakni H Halim dibabat habis oleh alat berat milik PT GPU. Akibatnya kedua karyawan perusahaan tersebut nyaris bentrok. Menyikapi hal ini, aparat kepolisian baik dari Polres Muba dan Polres Mura bersama TNI langsung diturunkan untuk meredam gejolak yang ada.

Pihak PT SKE menduga ada sejumlah perwira berpangkat jenderal berpakaian biasa berada dilokasi bermasalah tersebut.

Humas PT SKE Vito Siagian menuturkan keberadaan perwira berpangkat jenderal dari kepolisian itu patut kita pertanyakan.

“Apa kewenangan para jenderal tersebut, bahkan informasinya ada instruksi dari para jenderal tersebut untuk melakukan penggusuran,” ujar Vito, Minggu 18 November 2012.

Seperti diketahui, PT SKE mengaku telah mengantongi izin dari Bupati Muba. Sedangkan PT GPU mengaku telah mendapatkan izin dari Bupati Mura. Namun sejumlah lahan yang diduga diserobot PT GPU diklaim merupakan lahan yang berapa di kabupaten Muba. Sehingga Bupati Muba, H Pahri Azhari bersama instansi terkait pernah melakukan pencopotan patok yang diduga dipasang PT GPU karena dianggap telah memasuki wilayah kabupaten Muba.

“Namun kita sudah keterangan dari Pemprov Sumsel pada rapat bersama bahwa lahan yang dipatok PT GPU berada diwilayah Kabupaten Muba,” jelas pimpinan PT SKE Joko.

Sementara itu, Dilokasi sengketa, aktivitas kedua perusahaan tetap dilakukan yakni PT GPU tetap melakukan penambangannya dengan alat beratnya, sedangkan PT SKE tetap melakukan aktifitas dengan penanaman bibik sawitnya.

Kapolres Muba AKBP Toto Wibowo menuturkan, dilokasi sengketa memang dijaga anggota kepolisian dibantu TNI. Hal ini ditujukan hanya untuk pengamanan sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Toto membantah kepada aparat untuk membekingi kedua perusahaan karena fungsi mereka untuk mengamankan situasi agar tetap kondusif.

“Kita harapkan konflik kedua perusahaan ini ada titik temu yang sama-sama saling menguntungkan kedua belah pihak. Kita berharap ada solusi yang terbaik,” beber Toto.
(rsa)
Berita Terkait
Akses Jalan Ditutup,...
Akses Jalan Ditutup, Warga RW 013 Desak CMNP Cari Solusi atau Hadapi Demonstrasi
Gegara Sengketa Lahan,...
Gegara Sengketa Lahan, Warga di Bone Sabit Tetangga Hingga Tewas
Sejumlah Warga Laporkan...
Sejumlah Warga Laporkan Dugaan Penyerobotan Tanah ke Polisi
Korban Penipuan Tanah...
Korban Penipuan Tanah Bingung Tak Diberi Kabar Persidangan
Ganti Rugi Tanah Ulayat...
Ganti Rugi Tanah Ulayat untuk Pembangunan Bandara Siboru Belum Tuntas
Lahan Dicaplok Perusahaan,...
Lahan Dicaplok Perusahaan, Petani Desa Dayun Sambangi Istana Merdeka
Berita Terkini
Nahdliyin Muda Batang:...
Nahdliyin Muda Batang: Siapa pun Ketum PBNU Harus Bisa Memperkuat Posisi NU
3 jam yang lalu
5 Fakta Bom Perang Dunia...
5 Fakta Bom Perang Dunia II Meledak di Biak Numfor, Nomor 3 Memilukan
3 jam yang lalu
Kemenpar Apresiasi BPJPH...
Kemenpar Apresiasi BPJPH atas Kolaborasi Sertifikasi Halal 31.548 UMK Desa Wisata
4 jam yang lalu
4 Kombes Pol Digeser...
4 Kombes Pol Digeser Kapolri ke Dirreskrimum Polda pada Mutasi 7 Mei 2026
6 jam yang lalu
Tol Trans Jawa Ramai...
Tol Trans Jawa Ramai saat Libur Waisak, Ribuan Kendaraan Padati Gerbang Tol Utama
13 jam yang lalu
Dari Penyidik KPK hingga...
Dari Penyidik KPK hingga Dirreskrimum Polda NTT, Jejak Karier Kombes Sigit Haryono
14 jam yang lalu
Infografis
Final Liga Champions...
Final Liga Champions 2026: Head to Head Arsenal vs PSG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved