DPRD Kulonprogo soroti seleksi Dirut BUMD
Jum'at, 16 November 2012 - 11:12 WIB
DPRD Kulonprogo soroti seleksi Dirut BUMD
A
A
A
Sindonews.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulonprogo menyoroti proses seleksi calon Direktur Utama dan Direktur PD Aneka Usaha. Dewan ingin direksi baru mampu mengelola BUMD dengan baik, sehingga memberi kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ketua Komisi II DPRD Kulonprogo Yusron Martofa mengatakan, legislatif ingin memasikan direksi yang baru nanti kapabel mengelola perusahaan. Menurutnya, langkah itu penting karena perusahaan belum memberi kontribusi signifikan bagi keuangan daerah selama ini.
Padahal, Pemkab Kulonprogo sudah mengalokasikan dana pendampingan yang cukup besar, mencapai Rp5 miliar. Tahun ini, dana pendampingan ditambah lagi Rp3,5 miliar. Dari jumlah itu Rp500 juta sudah dicairkan untuk operasional perusahaan.
"Masih ada sisa Rp3 miliar yang belum dicairkan. Kami masih menunggu hasil seleksi direksi yang baru. Kami hanya ingin memastikan orang baru ini benar-benar mampu memajukan perusahaan," kata Yusron, Jumat (16/11/2012).
Dia mengatakan, berdasarkan informasi, seleksi sudah mengerucut pada 6-7 kandidat. Sayang, dia mengaku belum mendapat portofolio para kandidat. Sehingga, Komisi II berencana memanggil eksekutif untuk meminta keterangan terkait hal ini.
Setelah itu, kata dia, dewan juga akan memanggil seluruh kandidat untuk menyampaikan visi misinya. Dengan demikian, legislatif memiliki gambaran kandidat pemimpin BUMD. "Prosesnya kan harus transparan. Salah satunya dengan menyampaikan visi misi itu tadi. Akan kami buka ke publik," kata dia.
Ketua Komisi II DPRD Kulonprogo Yusron Martofa mengatakan, legislatif ingin memasikan direksi yang baru nanti kapabel mengelola perusahaan. Menurutnya, langkah itu penting karena perusahaan belum memberi kontribusi signifikan bagi keuangan daerah selama ini.
Padahal, Pemkab Kulonprogo sudah mengalokasikan dana pendampingan yang cukup besar, mencapai Rp5 miliar. Tahun ini, dana pendampingan ditambah lagi Rp3,5 miliar. Dari jumlah itu Rp500 juta sudah dicairkan untuk operasional perusahaan.
"Masih ada sisa Rp3 miliar yang belum dicairkan. Kami masih menunggu hasil seleksi direksi yang baru. Kami hanya ingin memastikan orang baru ini benar-benar mampu memajukan perusahaan," kata Yusron, Jumat (16/11/2012).
Dia mengatakan, berdasarkan informasi, seleksi sudah mengerucut pada 6-7 kandidat. Sayang, dia mengaku belum mendapat portofolio para kandidat. Sehingga, Komisi II berencana memanggil eksekutif untuk meminta keterangan terkait hal ini.
Setelah itu, kata dia, dewan juga akan memanggil seluruh kandidat untuk menyampaikan visi misinya. Dengan demikian, legislatif memiliki gambaran kandidat pemimpin BUMD. "Prosesnya kan harus transparan. Salah satunya dengan menyampaikan visi misi itu tadi. Akan kami buka ke publik," kata dia.
(lns)