Soal tanggul, Dinas BMSDA Depok berbohong
Kamis, 15 November 2012 - 15:43 WIB
Soal tanggul, Dinas BMSDA Depok berbohong
A
A
A
Sindonews.com - Pernyataan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Depok yang mengatakan jebolnya tanggul Kali Laya adalah yang pertama kalinya dibantah Ketua Komisi D DPRD Kota Depok Sri Rahayu Purwitaningsih.
Menurut anggota dewan yang akrab disapa Yayuk ini, dirinya mendengar pernyataan berbeda dari warga yang menyatakan dua minggu lalu tanggul itu juga pernah jebol.
"Dinas mengaku ini yang pertama kalinya jebol, itu tidak benar. Dinas berbohong," tegas Yayuk saat mengunjungi lokasi, Perumahan Bukit Cengkeh II, Depok, Kamis (15/11/2012).
Dia mengaku kecewa terhadap dinas yang dinilai telah melakukan kelalaian. Padahal hal tersebut sebenarnya sudah diprediksi akan terjadi.
"Ini bukan bencana, melainkan unsur kelalaian. Kami sudah memperingati jika kejadian tanggul jebol bisa saja terjadi. Seharusnya mereka lebih siap dan mencegah hal ini tidak sampai terjadi," tegasnya.
Maka itu, dia mengimbau kepada Komisi C DPRD Kota Depok agar terus mengawasi pembangunan tanggul Kali Laya. Hal itu bertujuan untuk mengantisipasi tindakan penyelewengan dari oknum nakal yang nantinya justru akan kembali merugikan warga.
Senada dengan Yayuk, anggota Komisi D Fraksi PDIP Siswanto juga yang mempertanyakan kemana alokasi anggaran. Dia menuding dinas tidak serius dan komprehensif menanggulangi permasalahan Kali Laya.
"Alokasi anggaran untuk penanggulangan Kali Laya mencapai Rp5 miliar per tahun. Namun tidak selesai hingga saat ini," ucapnya.
Menurut anggota dewan yang akrab disapa Yayuk ini, dirinya mendengar pernyataan berbeda dari warga yang menyatakan dua minggu lalu tanggul itu juga pernah jebol.
"Dinas mengaku ini yang pertama kalinya jebol, itu tidak benar. Dinas berbohong," tegas Yayuk saat mengunjungi lokasi, Perumahan Bukit Cengkeh II, Depok, Kamis (15/11/2012).
Dia mengaku kecewa terhadap dinas yang dinilai telah melakukan kelalaian. Padahal hal tersebut sebenarnya sudah diprediksi akan terjadi.
"Ini bukan bencana, melainkan unsur kelalaian. Kami sudah memperingati jika kejadian tanggul jebol bisa saja terjadi. Seharusnya mereka lebih siap dan mencegah hal ini tidak sampai terjadi," tegasnya.
Maka itu, dia mengimbau kepada Komisi C DPRD Kota Depok agar terus mengawasi pembangunan tanggul Kali Laya. Hal itu bertujuan untuk mengantisipasi tindakan penyelewengan dari oknum nakal yang nantinya justru akan kembali merugikan warga.
Senada dengan Yayuk, anggota Komisi D Fraksi PDIP Siswanto juga yang mempertanyakan kemana alokasi anggaran. Dia menuding dinas tidak serius dan komprehensif menanggulangi permasalahan Kali Laya.
"Alokasi anggaran untuk penanggulangan Kali Laya mencapai Rp5 miliar per tahun. Namun tidak selesai hingga saat ini," ucapnya.
(rsa)