Takut macet, tak ada pawai di HUT Bandung
Kamis, 15 November 2012 - 12:36 WIB
Takut macet, tak ada pawai di HUT Bandung
A
A
A
Sindonews.com - Menyambut hari jadinya ke-202, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar Balai Kota Festival (Balkot Fest) 2012.
Balkot Fest yang tahun sebelumnya disebut Bandung Blossom ini dipusatkan di halaman Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Bandung. Event ini mulai digelar 15-18 November 2012.
Namun, pada pesta ultah kali ini tidak ada iring-iringan kendaraan hias seperti pada Bandung Blossom pada tahun-tahun sebelumnya.
"Bedanya dengan tahun lalu, pawai kendaraan hias tidak dilakukan tahun ini, karena takut macet," kata Wali Kota Bandung, Dada Rosada, Kamis (15/11/2012).
Kata Dada, sedianya hari ini akan dijadwalkan pawai kendaraan hias sebagai puncak peringatan hari jadi Bandung. Namun karena menghindari macet, pawai ini urung dilaksanakan.
Sebagai ganti dari pawai kendaraan, puluhan stand pameran dari berbagai komunitas yang berjajar di sekitar halaman Balkot. Mulai dari stand kuliner, barang seni, dan komunitas. Di sela pameran juga disuguhkan musik dari berbagai band lokal.
Balkot Fest 2012 merupakan hajatan terakhirnya di masa jabatannya yang berakhir tahun depan. Dia juga menyampaikan apresiasinya kepada para guru tingat SMA yang mengikuti acara tersebut.
Dada berharap, lewat event ini menunjukkan Bandung yang damai meski heterogen. Kota ini selain dihuni etnis Sunda, juga menjadi tempat bagi etnis lain. Selain itu, mayoritas Bandung yang beragama Islam juga bisa hidup berdampingan dengan agama lain.
"Di daerah lain ada konflik, bentrokan, anarkis, di Bandung tidak meski heterogen. Saya sampaikan terima kasih kepada warga Kota Bandung. Tanpa kondusifitas Balkot Fest tidak mungkin terjadi," katanya.
Selanjutnya Dada dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemkot Bandung membuka Balkot Fest 2012 dengan melepas burung sebagai simbol pelestarian lingkungan Kota Bandung.
Balkot Fest yang tahun sebelumnya disebut Bandung Blossom ini dipusatkan di halaman Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Bandung. Event ini mulai digelar 15-18 November 2012.
Namun, pada pesta ultah kali ini tidak ada iring-iringan kendaraan hias seperti pada Bandung Blossom pada tahun-tahun sebelumnya.
"Bedanya dengan tahun lalu, pawai kendaraan hias tidak dilakukan tahun ini, karena takut macet," kata Wali Kota Bandung, Dada Rosada, Kamis (15/11/2012).
Kata Dada, sedianya hari ini akan dijadwalkan pawai kendaraan hias sebagai puncak peringatan hari jadi Bandung. Namun karena menghindari macet, pawai ini urung dilaksanakan.
Sebagai ganti dari pawai kendaraan, puluhan stand pameran dari berbagai komunitas yang berjajar di sekitar halaman Balkot. Mulai dari stand kuliner, barang seni, dan komunitas. Di sela pameran juga disuguhkan musik dari berbagai band lokal.
Balkot Fest 2012 merupakan hajatan terakhirnya di masa jabatannya yang berakhir tahun depan. Dia juga menyampaikan apresiasinya kepada para guru tingat SMA yang mengikuti acara tersebut.
Dada berharap, lewat event ini menunjukkan Bandung yang damai meski heterogen. Kota ini selain dihuni etnis Sunda, juga menjadi tempat bagi etnis lain. Selain itu, mayoritas Bandung yang beragama Islam juga bisa hidup berdampingan dengan agama lain.
"Di daerah lain ada konflik, bentrokan, anarkis, di Bandung tidak meski heterogen. Saya sampaikan terima kasih kepada warga Kota Bandung. Tanpa kondusifitas Balkot Fest tidak mungkin terjadi," katanya.
Selanjutnya Dada dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemkot Bandung membuka Balkot Fest 2012 dengan melepas burung sebagai simbol pelestarian lingkungan Kota Bandung.
(lns)