Longsor Cileueur ancam jembatan Tonjong
Rabu, 14 November 2012 - 18:21 WIB
Longsor Cileueur ancam jembatan Tonjong
A
A
A
Sindonews.com – Buruknya dampak longsor yang terjadi di tebing Sungai Cileuer perlu ditangani secara darurat. Karena longsor susulan bisa membuat jembatan Tonjong ambruk.
Dinas Bina Marga Sumber Daya Air, Energi Sumber Daya Mineral (SDA ESDM) Kabupaten Ciamis merekomendasikan penanganan bencana alamn longsor di tebing Sungai Cileueur membutuhkan penanganan darurat berupa pembuatan proteksi tebing sementara dan penahan pondasi jembatan.
“Kalau tidak segera dilakukan bisa menggerus enam buah kios dan membuat jembatan Tonjong ambruk,” terang Pelaksana Teknis Bidang Jalan dan Jembatan Aris Taopik, di Ciamis, Rabu (14/11/2012).
Aris menjelaskan, berdasarkan kajian teknis di lokasi longsor diketahui pondasi jembatan dalam kondisi retak, jika tidak segera ditangani bisa membuat jembatan ambruk. Begitu juga dengan lereng tebing yang berada di tepi aliran Sungai Cileueur.
“Setiap hujan turun, longsoran di lereng Cileueur dipastikan terus terjadi sehingga bisa mengancam enam buah kios yang ada di bantaran sungai,” jelas Taopik.
Aris menambahkan, berdasarkan hasil pengukuran di lokasi longsor, diketahui ketinggian longsor di tebing Sungai Cileueur mencapai 21 meter. Sedangkan, lebar longsor mencapai tujuh meter.
“Upaya darurat yang bisa dilakukan di titik longsor dengan membuat penguat tebing,” tandasnya.
Sedangkan untuk penanganan pondasi jembatan yang patah atau retak, penguatan yang harus dibuat yaitu berupa pembuatan kunci simpul. Yang bisa merekatkan pondasi, sebelum dilakukan pembangunan permanen.
Dinas Bina Marga Sumber Daya Air, Energi Sumber Daya Mineral (SDA ESDM) Kabupaten Ciamis merekomendasikan penanganan bencana alamn longsor di tebing Sungai Cileueur membutuhkan penanganan darurat berupa pembuatan proteksi tebing sementara dan penahan pondasi jembatan.
“Kalau tidak segera dilakukan bisa menggerus enam buah kios dan membuat jembatan Tonjong ambruk,” terang Pelaksana Teknis Bidang Jalan dan Jembatan Aris Taopik, di Ciamis, Rabu (14/11/2012).
Aris menjelaskan, berdasarkan kajian teknis di lokasi longsor diketahui pondasi jembatan dalam kondisi retak, jika tidak segera ditangani bisa membuat jembatan ambruk. Begitu juga dengan lereng tebing yang berada di tepi aliran Sungai Cileueur.
“Setiap hujan turun, longsoran di lereng Cileueur dipastikan terus terjadi sehingga bisa mengancam enam buah kios yang ada di bantaran sungai,” jelas Taopik.
Aris menambahkan, berdasarkan hasil pengukuran di lokasi longsor, diketahui ketinggian longsor di tebing Sungai Cileueur mencapai 21 meter. Sedangkan, lebar longsor mencapai tujuh meter.
“Upaya darurat yang bisa dilakukan di titik longsor dengan membuat penguat tebing,” tandasnya.
Sedangkan untuk penanganan pondasi jembatan yang patah atau retak, penguatan yang harus dibuat yaitu berupa pembuatan kunci simpul. Yang bisa merekatkan pondasi, sebelum dilakukan pembangunan permanen.
(ysw)