Istri buta huruf, anggota DPRD minta cerai

Selasa, 13 November 2012 - 18:09 WIB
Istri buta huruf, anggota...
Istri buta huruf, anggota DPRD minta cerai
A A A
Sindonews.com - Ada saja kejadian menarik di Gedung DPRD Sidoarjo. Maimunatun, istri anggota DPRD Sidoarjo, Usman, tiba-tiba datang ke gedung dewan dengan ditemani dua kerabatnya.

Wanita berkerudung itu, tak bicara sepatah katapun. Setelah turun dari mobil Phanter warna hijau, dia melangkah ke halaman gedung dewan dan membentangkan poster yang terbuat dari karton.

Di karton berukuran 0,5 x 1 meter itu, tertulis kalimat "Kenapa Engkau Lecehkan Aku". Lebih dari setengah jam ibu empat anak itu membentangkan poster. Awalnya di halaman gedung dewan, kemudian pindah ke ruang lobi sekretariat dewan.

Dari raut wajahnya, Maimunatun seperti ada beban berat yang tak bisa diungkapkan. Apalagi, akhir-akhir ini dia menghadapi proses cerai dari suaminya.

Kenapa dia membawa poster bertuliskan "Kenapa Engkau Lecehkan Aku", tak lain sebagai bentuk protes atas pernyataan Usman yang menjelek-jelekkannya. Salah satunya, mengatakan jika dia buta huruf.

Kedatangan Maimunatun ke gedung dewan sempat menarik perhatian anggota DPRD Komisi C Kabupaten Purworejo, Jateng, yang baru saja bertemu dengan anggota DPRD Sidoarjo di lantai II gedung DPRD Sidoarjo. Mereka melihat Maimunatun yang membawa poster dengan didampingi kerabatnya Ny Dewi dan Rintoko.

Demikian pula staf dewan hanya bisa melihat aksi yang dilakukan oleh Maimunatun. Meski mereka tahu kasus yang melanda Usman dan Maimunatun, namun mereka enggan turut campur dan memilih melihat dari jauh.

Maimunatun yang mengenakan jilbab hitam, dipadu batik motif cokelat dan ungu, serta celana cokelat, dicegat beberapa wartawan. Namun, dia memilih diam dan usai aksi langsung naik lagi ke mobil yang diparkir di halaman gedung dewan.

Hakim, adik kandung Maimunatun mengatakan, kakaknya kini dalam proses cerai di Pengadilan Agama (PA) Sidoarjo. Dia sangat terpukul atas statement Usman bahwasanya istrinya tidak bisa baca dan tulis.

“Persoalan yang harusnya ditutupi dan bukan untuk konsumsi publik. Dan itu hanya suatu alasan saja,” jelasnya, di Sidoarjo, Selasa (13/11/2012).

Pernyataan Usman itu sangat menyakitkan keluarganya. Hakim mengakui, kakaknya memang mengidap Disleksia. Yaitu, ketidakmampuan seseorang dalam melakukan aktivitas membaca dan menulis.

Karena itulah, selepas Madrasah Ibtidaiyah (MI), Maimunatun dipondokkan di salah satu pondok pesantren di kawasan Tanggulangin milik almarhum KH Maksum. “Jadi kakak saya akhirnya bisa baca tulis Alquran, bahkan bisa qiroah,” jelasnya.

Kemudian kakaknya menikah dengan Usman dan sudah berjalan 25 tahun dikaruniahi tiga anak. Makanya sangat ironis, kalau Usman mempersoalkan masalah itu. "Kenapa tidak dulu-dulu, sekarang saat proses cerai malah diungkap masalah itu," ujar Hakim.

Hakim menuding, alasan tidak bisa baca tulis huruf latin hanyalah sebuah alasan Usman untuk menceraikan Maimunatun. Sebab sejatinya, Usman saat ini tengah kecantol perempuan lain bernama Ana Susanti, bahkan ada indikasi sudah mengawininya secara siri.

Ana Susanti diketahui seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang kini berdinas di Puskesmas Krian dan sudah beranak dua. Bahkan, hal itu juga pernah diungkapkan Usman kepada keluarga Maimunatun.

Menurut Hakim, Usman juga pernah bilang ke keluarganya sudah dua tahun nikah siri dengan wanita itu. Ujung-ujungnya, Usman menggugat cerai Maimunatun.

Karena itu Hakim menduga kuat, upaya keras Usman menceraikan Maimunatun, tak lain, demi menyelamatkan status Ana sebagai PNS. Sebab, status itu akan gugur jika PNS bersangkutan menjadi istri kedua, ketiga dan seterusnya.

Hakim menyayangkan, sikap Usman yang menjelek-jelekkan kakaknya, apalagi sampai mencuat di media. Sebab, jika Usman sudah tidak cinta lagi pada kakaknya kan bisa langsung cerai.

Hakim mengaku, kakaknya sudah melaporkan Usman yang menjadi anggota Komisi D dari Fraksi PKB itu itu ke sejumlah
instansi pemerintah seperti BKD (Badan Kepegawaian Daerah), Inspektorat, BK (Badan Kehormatan) DPRD Sidoarjo, hingga ke sejumlah elemen peranan wanita.

Sebelum Maimunatun melakukan aksi bawa poster ke dewan, Usman mengatakan jika alasan dia ingin poligami dan menceraikan istrinya di antaranya karena Maimunatun buta huruf. Selain itu, Usman juga mengaku kalau dia hypersex sehingga memutuskan untuk poligami.

Alasan lainnya, Usman merasa mampu dan tidak masalah jika poligami. Kini pasutri tersebut dalam proses cerai di PA Sidoarjo. Saat dikonfirmasi terkait aksi yang dilakukan Maimunatun, Usman enggan berkomentar. Namun, ketika ditanya apakah dia sudah menikahi secara siri Ana Susanti, dia membantahnya.

"Tidak ada pernikahan, itu tidak benar," ujar anggota dewan dari Dapil VI (Sedati, Buduran dan Gedangan) tersebut.
(san)
Berita Terkait
Memalukan! Oknum Anggota...
Memalukan! Oknum Anggota DPRD Muratara Tunjukkan Kelamin VCS dengan Wanita Telanjang
Oknum Anggota DPRD Medan...
Oknum Anggota DPRD Medan Diduga Backup Bangunan Bermasalah
Samakan Tatib Dewan...
Samakan Tatib Dewan dengan Alquran, Anggota DPRD Banjarmasin Diprotes
Viral! Aksi Anggota...
Viral! Aksi Anggota Dewan Mengamuk dan Tantang Ketua DPRD Konawe Selatan saat Rapat
Diduga Anggota DPRD...
Diduga Anggota DPRD Muratara Lakukan Video Mesum dan Pamer Kelamin, Polisi Segera Lakukan Pemanggilan
Ulah Oknum Dewan, SPPD...
Ulah Oknum Dewan, SPPD Belum Cair Anggota DPRD Bungo Ancam Mogok Kerja
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
10 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
11 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
11 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
17 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
18 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
19 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved