8.000 tabung gas elpiji ilegal disita

Selasa, 13 November 2012 - 16:30 WIB
8.000 tabung gas elpiji...
8.000 tabung gas elpiji ilegal disita
A A A
Sindonews.com - Sebanyak 8.000 tabung gas elpiji ilegal disita anggota Direktorat Reserse Kriminal Khusus Subdit Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling).

"Sebanyak kurang lebih 8000 buah tabung gas yang diduga ilegal disita kepolisian," kata Kabid Humas Polda Kombes Pol Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (13/11/2012).

Kasus ini berawal pada Oktober 2012, dimana pihak kepolisian menerima laporan adanya sebuah pabrik di kawasan industri Pulo Gadung yang memproduksi tabung gas.

Dalam memproduksi tabung gas, pabrik bernama PT. BKSI ini, diketahui tidak memiliki izin distribusi maupun lolos uji kelayakan dari PT. Pertamina.

"Setelah mendapatkan informasi, kemudian diselidiki. Setelah melakukan sejumlah penyelidikan, maka 2 November 2012, petugas langsung melakukan penggeledahan dan didapati dua buah truk yang sudah siap mengirim ribuan tabung gas ke daerah Jawa Timur," jelas Rikwanto.

Polisi sendiri mendapati ribuan tabung gas ukuran 3 kilogram yang masih kosong, dan diantaranya belum lolos uji kelayakan.

Sementara itu, Kanit 4 Subdit III/Sumdaling Ditreskrimsus Kompol Ferdy mengatakan, tidak jauh dari pabrik, petugas juga menyita sebanyak 994 buah tabung gas siap kirim, yang akan dikirim ke Jawa Timur.

"994 tabung tersebut terdiri dari 921 buah tabung gas 3 Kg, dan 73 buah tabung gas 50 Kg yang siap berangkat menuju Jawa Timur dengan diangkut 2 truk besar," ujar Ferdy.

994 tabung gas itu juga diketahui belum melalui tes uji kelayakan di PT. Pertamina. "Tabung-tabung tersebut belum siap, dan belum tes uji kelayakan tapi sudah mau dipasarkan di daerah Jawa Timur," ucap Ferdy.

Petugas sendiri sudah memeriksa 12 saksi. Diantaranya merupakan karyawan pabrik dan sopir truk. "Sedang diselidiki siapa pemilik pabrik. Lalu siapa yang memerintahkan untuk mendistribusikan, padahal tabung gas tersebut belum uji kelayakan dan siapa juga yang memesan" kata Ferdy.

Tidak hanya ke daerah di Pulau Jawa, pabrik ini juga diketahui kerap mendistribusikan tabung gas ilegal itu ke daerah Sumatera. Petugas juga sudah memberi police line, dan mengamankan dua unit truk yang siap berangkat.

Untuk selanjutnya, petugas juga akan meminta keterangan petugas dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan pihak PT. Pertamina.

Sedangkan pemilik pabrik akan diancam Pasal 62 ayat 1 No. 8 Tahun 1999 kemudian pasal 8 ayat 1 huruf a UU RI No. 8 Tahun 1999 dan pasal 9 ayat 1 huruf C dan D tentang perlindungan konsumen. "Dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp2 miliar," tukas Ferdy.
(san)
Berita Terkait
Ditreskrimsus Polda...
Ditreskrimsus Polda Jateng Bongkar LPG Oplosan di Semarang, Sita Ribuan Tabung Gas
Polisi Ungkap Kasus...
Polisi Ungkap Kasus Gas Elpiji Oplosan di Subang
Polisi Gerebek Gudang...
Polisi Gerebek Gudang Pengoplosan Gas LPG di Medan
Ingatkan Bahaya Gas...
Ingatkan Bahaya Gas Oplosan, Polisi: Bisa Bikin Kebakaran
Polisi Telusuri Pengoplos...
Polisi Telusuri Pengoplos Elpiji Subsidi di Sumatera Utara
Polisi Gerebek Lokasi...
Polisi Gerebek Lokasi Pengoplosan Gas Bersubsidi di Cilegon, Ratusan Tabung Gas Disita
Berita Terkini
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi Diterima, Polda Metro Jaya: Itu Bukan Akhir dari Semuanya
13 menit yang lalu
Wali Kota Tangsel Paparkan...
Wali Kota Tangsel Paparkan Penanganan Kekeringan, Kebakaran, hingga PSEL
17 menit yang lalu
Peringati Hari Anak...
Peringati Hari Anak Nasional 2026, 25 Unit Mobil Pintar Sebar Akses Pendidikan Inklusif dari Sabang sampai Merauke
2 jam yang lalu
Keberhasilan HUT Papua...
Keberhasilan HUT Papua Tengah Gerakkan UMKM, Talius Tabuni Minta Jadi Acuan Program Daerah
3 jam yang lalu
Karhutla Dominasi Bencana...
Karhutla Dominasi Bencana Alam pada Pekan Ini, BNPB: Dampak Musim Kemarau
4 jam yang lalu
Minta Libatkan Masyarakat...
Minta Libatkan Masyarakat Adat, MPSI: PSN Wanam Harus Jamin Pendidikan Anak Papua
4 jam yang lalu
Infografis
Militer Sumbang 5,5%...
Militer Sumbang 5,5% Emisi Gas Rumah Kaca Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved