Modus mobil kencing di NTT
Senin, 12 November 2012 - 13:32 WIB
Modus mobil kencing di NTT
A
A
A
Sindonews.com - Kelangkaan BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), ternyata dipicu dari penyelewengan pembelian BBM oleh oknum sopir nakal.
Biasanya, pemilik kendaraan memodifikasi tanki bahan bakarnya hingga bisa memuat melebihi kapasitas. Kemudian mobil tersebut akan memindahkannya ke sejumlah jerigen yang disiapkan di sekitar SPBU. Selanjutnya, mobil tersebut akan kembali antre di SPBU.
Sejak Jumat 9 November 2012 hingga Senin (12/11/2012) siang, kelangkaan BBM di dua SPBU di Kota Kefamenanu, NTT semakin parah. Kendaraan mengantre hingga meluber ke jalan.
"Itu karena banyak mobil kencing dengan fasilitas tanki bunting dan kembar. Termasuk ratusan jerigen ikut antre di SPBU," jelas Joao Ximenes, salah satu sopir angkot, di Kefamenanu, NTT, Senin (12/11/2012).
Joao memaparkan, beberapa mobil pikap, minibus, dan mikrolet dilengkapi tanki yang dimodifikasi melebihi ukurannya mengisi BBM di SPBU.
"Lalu memindahkan minyak ke oknum warga yang telah menunggu dengan puluhan jerigen di sekitar SPBU. Minyak dikeluarkan dari tanki ke jerigen. Setelah habis, mobil tadi kembali antre lagi di SPBU," jelas Joao.
Modus pencurian BBM dari SPBU ini, kata Joao, dibiarkan saja oleh polisi yang bertugas di SPBU. Padahal aksi 'mobil kencing' itu hanya berjarak 50 meter dari SPBU.
"Kami duga polisi yang jaga di SPBU juga sudah diberi upeti. Makanya cuma diam saja, meski tahu ada mobil kencing dengan tanki bunting," tambah beberapa pengendara sepeda motor.
Diduga BBM hasil sedotan itu diselundupkan ke Timor Leste melalui jalan tikus. Penyelundupan BBM di tapal batas RI-Timor Leste semakin marak akhir-akhir ini.
Aparat kepolisan dan TNI di garis perbatasan kewalahan memberantas mafia penyelundupan BBM ke Timor Leste.
Biasanya, pemilik kendaraan memodifikasi tanki bahan bakarnya hingga bisa memuat melebihi kapasitas. Kemudian mobil tersebut akan memindahkannya ke sejumlah jerigen yang disiapkan di sekitar SPBU. Selanjutnya, mobil tersebut akan kembali antre di SPBU.
Sejak Jumat 9 November 2012 hingga Senin (12/11/2012) siang, kelangkaan BBM di dua SPBU di Kota Kefamenanu, NTT semakin parah. Kendaraan mengantre hingga meluber ke jalan.
"Itu karena banyak mobil kencing dengan fasilitas tanki bunting dan kembar. Termasuk ratusan jerigen ikut antre di SPBU," jelas Joao Ximenes, salah satu sopir angkot, di Kefamenanu, NTT, Senin (12/11/2012).
Joao memaparkan, beberapa mobil pikap, minibus, dan mikrolet dilengkapi tanki yang dimodifikasi melebihi ukurannya mengisi BBM di SPBU.
"Lalu memindahkan minyak ke oknum warga yang telah menunggu dengan puluhan jerigen di sekitar SPBU. Minyak dikeluarkan dari tanki ke jerigen. Setelah habis, mobil tadi kembali antre lagi di SPBU," jelas Joao.
Modus pencurian BBM dari SPBU ini, kata Joao, dibiarkan saja oleh polisi yang bertugas di SPBU. Padahal aksi 'mobil kencing' itu hanya berjarak 50 meter dari SPBU.
"Kami duga polisi yang jaga di SPBU juga sudah diberi upeti. Makanya cuma diam saja, meski tahu ada mobil kencing dengan tanki bunting," tambah beberapa pengendara sepeda motor.
Diduga BBM hasil sedotan itu diselundupkan ke Timor Leste melalui jalan tikus. Penyelundupan BBM di tapal batas RI-Timor Leste semakin marak akhir-akhir ini.
Aparat kepolisan dan TNI di garis perbatasan kewalahan memberantas mafia penyelundupan BBM ke Timor Leste.
(ysw)