Pilkada Jabar nyaris mustahil satu putaran
Senin, 12 November 2012 - 10:27 WIB
Pilkada Jabar nyaris mustahil satu putaran
A
A
A
Sindonews.com - Munculnya lima pasangan calon gubernur yang bertarung di Pilkada Jawa Barat (Jabar) akan memperkecil kemungkinan pelaksanaan Pilkada berlangsung satu putaran. Terlebih figur yang maju memiliki kantong dukungannya hampir merata.
Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) Husin Yazid mengatakan, Jabar dengan jumlah pemilih lebih dari 37 jutaan jiwa tergolong sangat gemuk dan padat. Pasangan calon harus bisa meraih minimal 11 juta suara agar bisa memenuhi syarat menang dengan dukungan minimal 30 persen sebagaimana diatur dalam UU.
"Kalau melihat peta kekuatan figur, maka nyaris mustahil bisa satu putaran. Apalagi pemilih Jabar sangat dinamis dan pilihannya sulit diprediksi," ujarnya di Jakarta, Senin (12/11/2012).
Husin menambahkan, dari lima pasangan calon yang akan berlaga di Pilkada Jabar, diprediksi hanya tiga pasangan calon akan bersaing ketat. Analisanya itu berdasarkan survei kualitatif yang dilakukan lembaganya. Tiga pasangan itu adalah, Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki, dan Dede Yusuf- Lex Laksmana.
"Aher-Dedy diunggulkan karena faktor Dedy Mizwar yang tergolong artis kondang, religius, dan cocok dengan karakter mayoritas publik Jabar. Aher juga incumbent yang relatif dianggap cukup berhasil pimpin Jabar. Dua-duanya tergolong endoser dan vote getter," ungkapnya.
Kans kuat juga dimiliki Dede Yusuf yang sebelumnya melakoni posisi wakil gubernur. Bagi Husin, Dede dianggap anak muda yang bisa mewakili perubahan yang visioner. Sementara Lex, dari sisi popularitas memang mempunyai kelemahan, tapi status sebagai Sekda Jabar membuatnya kuat dalam menguasai jaringan birokrasi.
"Kalau pasangan Rieke-Teten keunggulannya ada pada diri Rieke. Selain sebagai pesohor artis, juga dikenal sebagai aktivis sosial dan politik yang cukup berhasil. Track recordnya baik. Teten juga cukup populer untuk kalangan menengah atas di Jabar. Ini bisa saling melengkapi dengan Rieke," terangnya.
Terkait pasangan yang diusung Golkar, Syafiuddin alias Kang Yance dan Tatang Farhanul Hakim, Husin menilai kansnya kecil meski bisa saja membuat kejutan sebagai kuda hitam. Sebab bagaimanapun Yance dianggap sebagai tokoh yang merepresentasikan Jabar wilayah utara. Sementara Tatang representasi wilayah Jabar bagian selatan.
"Hanya pasangan independen Dikdik Muliana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib yang menurut analisa kami berat. Kerja keras dan lebih keras harus dilakukan, dan itu pun belum ada jaminan bakal menang. Butuh keajaiban lah bagi pasangan ini," ungkapnya.
Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) Husin Yazid mengatakan, Jabar dengan jumlah pemilih lebih dari 37 jutaan jiwa tergolong sangat gemuk dan padat. Pasangan calon harus bisa meraih minimal 11 juta suara agar bisa memenuhi syarat menang dengan dukungan minimal 30 persen sebagaimana diatur dalam UU.
"Kalau melihat peta kekuatan figur, maka nyaris mustahil bisa satu putaran. Apalagi pemilih Jabar sangat dinamis dan pilihannya sulit diprediksi," ujarnya di Jakarta, Senin (12/11/2012).
Husin menambahkan, dari lima pasangan calon yang akan berlaga di Pilkada Jabar, diprediksi hanya tiga pasangan calon akan bersaing ketat. Analisanya itu berdasarkan survei kualitatif yang dilakukan lembaganya. Tiga pasangan itu adalah, Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki, dan Dede Yusuf- Lex Laksmana.
"Aher-Dedy diunggulkan karena faktor Dedy Mizwar yang tergolong artis kondang, religius, dan cocok dengan karakter mayoritas publik Jabar. Aher juga incumbent yang relatif dianggap cukup berhasil pimpin Jabar. Dua-duanya tergolong endoser dan vote getter," ungkapnya.
Kans kuat juga dimiliki Dede Yusuf yang sebelumnya melakoni posisi wakil gubernur. Bagi Husin, Dede dianggap anak muda yang bisa mewakili perubahan yang visioner. Sementara Lex, dari sisi popularitas memang mempunyai kelemahan, tapi status sebagai Sekda Jabar membuatnya kuat dalam menguasai jaringan birokrasi.
"Kalau pasangan Rieke-Teten keunggulannya ada pada diri Rieke. Selain sebagai pesohor artis, juga dikenal sebagai aktivis sosial dan politik yang cukup berhasil. Track recordnya baik. Teten juga cukup populer untuk kalangan menengah atas di Jabar. Ini bisa saling melengkapi dengan Rieke," terangnya.
Terkait pasangan yang diusung Golkar, Syafiuddin alias Kang Yance dan Tatang Farhanul Hakim, Husin menilai kansnya kecil meski bisa saja membuat kejutan sebagai kuda hitam. Sebab bagaimanapun Yance dianggap sebagai tokoh yang merepresentasikan Jabar wilayah utara. Sementara Tatang representasi wilayah Jabar bagian selatan.
"Hanya pasangan independen Dikdik Muliana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib yang menurut analisa kami berat. Kerja keras dan lebih keras harus dilakukan, dan itu pun belum ada jaminan bakal menang. Butuh keajaiban lah bagi pasangan ini," ungkapnya.
(lns)