Suara NU Jabar mengarah ke Dede-Lex
Jum'at, 09 November 2012 - 10:41 WIB
Suara NU Jabar mengarah ke Dede-Lex
A
A
A
Sindonews.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) saat ini hanya memiliki dua kursi di DPRD Jabar. Meski begitu, partai yang dibesarkan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini memiliki massa potensial, yakni Nahdatul Ulama (NU), organisasi keagamaan induknya PKB.
"Kita memang partai kecil, hanya memiliki dua kursi. Tetapi saat ini NU tengah solid. Menurut survei, kita bisa menyumbang 20 persen suara kepada siapa pun calon yang kita dukung," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKB ‎Jabar Saeful Huda, saat dihubungi wartawan, Jumat (9/11/2012).
PKB Jabar sendiri di Pilgub Jabar ini siap berkoalisi dengan Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), untuk mengusung pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana. Namun, keputusan koalisi ini secara resmi akan dinyatakan DPP PKB.
"Kita akan sampaikan keputusan rapat PKB Jabar kepada DPP. Jadi, resminya ada di DPP. Nantinya DPP akan mengeluarkan SK tentang cagub/cawagub yang harus kita usung," terangnya.
Hasil rapat pleno PKB Jabar memutuskan untuk mendukung Dede-Lex. "Dukungan untuk Dede-Lex ini dibawa ke DPP. Hasilnya keputusan DPP paling lambat 10 November nanti," tambahnya.
Menurutnya, apapun keputusan DPP PKB, PKB Jabae siap menjalankannya.
Mengenai gambaran suara NU atau PKB, sebagai gambaran adalah ketika pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Dua tokoh NU, yakni Ella Girikomala dan Sofyan Yahya berhasil mengantongi suara lebih dari empat juta.
Dengan potensi suara itu, dia tidak menampik suara PKB cukup seksi. "Ya begitu (seksi). Prinsipnya kalau NU tidak diganggu suaranya, pasti potensial. Sebagai gambaran ya saat pemilihan DPD itu, itu suara murni NU," terangnya.
Mengenai target PKB ke depan selain Pilgub Jabar, adalah meningkatkan jumlah kursi di DPRD Jabar. "Karena kami harmonis dengan NU Jabar, suara kami akan naik signifikan. Dari dua kursi saat ini ya minimal bisa tujuh kursi seperti 2004. Target maksimal, kita ingin lebih dari tujuh kuris," pungkasnya.
"Kita memang partai kecil, hanya memiliki dua kursi. Tetapi saat ini NU tengah solid. Menurut survei, kita bisa menyumbang 20 persen suara kepada siapa pun calon yang kita dukung," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKB ‎Jabar Saeful Huda, saat dihubungi wartawan, Jumat (9/11/2012).
PKB Jabar sendiri di Pilgub Jabar ini siap berkoalisi dengan Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), untuk mengusung pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana. Namun, keputusan koalisi ini secara resmi akan dinyatakan DPP PKB.
"Kita akan sampaikan keputusan rapat PKB Jabar kepada DPP. Jadi, resminya ada di DPP. Nantinya DPP akan mengeluarkan SK tentang cagub/cawagub yang harus kita usung," terangnya.
Hasil rapat pleno PKB Jabar memutuskan untuk mendukung Dede-Lex. "Dukungan untuk Dede-Lex ini dibawa ke DPP. Hasilnya keputusan DPP paling lambat 10 November nanti," tambahnya.
Menurutnya, apapun keputusan DPP PKB, PKB Jabae siap menjalankannya.
Mengenai gambaran suara NU atau PKB, sebagai gambaran adalah ketika pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Dua tokoh NU, yakni Ella Girikomala dan Sofyan Yahya berhasil mengantongi suara lebih dari empat juta.
Dengan potensi suara itu, dia tidak menampik suara PKB cukup seksi. "Ya begitu (seksi). Prinsipnya kalau NU tidak diganggu suaranya, pasti potensial. Sebagai gambaran ya saat pemilihan DPD itu, itu suara murni NU," terangnya.
Mengenai target PKB ke depan selain Pilgub Jabar, adalah meningkatkan jumlah kursi di DPRD Jabar. "Karena kami harmonis dengan NU Jabar, suara kami akan naik signifikan. Dari dua kursi saat ini ya minimal bisa tujuh kursi seperti 2004. Target maksimal, kita ingin lebih dari tujuh kuris," pungkasnya.
(mhd)