Abrasi ancam pariwisata pantai Tegal
Jum'at, 09 November 2012 - 08:18 WIB
Abrasi ancam pariwisata pantai Tegal
A
A
A
Sindonews.com - Hanya dalam kuruh waktu dua bulan, daratan di obyek wisata Purwahamba Indah, Kabupaten Tegal terkikis abrasi sejauh 40 meter dengan panjang daratan sekira satu kilometer.
Akibat abrasi tersebut, beberapa ruas jalan dan shelter serta anjungan mengalami kerusakan. Kondisi ini membuat Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Tegal, dan pengelola khawatir.
Kepala Bidang Obyek Sarana, dan Pariwisata Disparbud Kabupaten Tegal Tien Mei Antiyas mengatakan, pihaknya prihatin dengan kejadian abrasi yang terus merusak obyek wisata.
Pihaknya mencatat, dari Agustus 2012-Oktober 2012 jumlah daratan di OW Purin telah terkikis hingga mencapai luas 40 meter, dengan panjang daratan sekitar 1 kilometer.
"Beberapa fasilitas seperti shelter, akses jalan di OW dan sebagainya hancur diterjang abrasi," katanya Jumat (9/10/2012).
Imbas dari abrasi, pengunjung takut untuk ke OW Purin. Korelasi dampaknya adalah berkurangnya pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata.
Untuk mengatasi abrasi ini. Disparbud mengajak kerjasama instansi terkait agar sama-sama menangani abrasi.
"Salah satunya, dengan memasang karung berisikan pasir sebanyak 1.000 kantong di bibir pantai OW Purin," tandasnya.
Sedangkan penanganan jangka panjang abrasi adalah, lanjutnya, yakni dengan melakukan mitigasi yakni denganmembangun pemecah gelombang di sepanjang pantai tersebut. "Itu untuk mengurangi risiko abrasi," ujar Tien.
Akibat abrasi tersebut, beberapa ruas jalan dan shelter serta anjungan mengalami kerusakan. Kondisi ini membuat Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Tegal, dan pengelola khawatir.
Kepala Bidang Obyek Sarana, dan Pariwisata Disparbud Kabupaten Tegal Tien Mei Antiyas mengatakan, pihaknya prihatin dengan kejadian abrasi yang terus merusak obyek wisata.
Pihaknya mencatat, dari Agustus 2012-Oktober 2012 jumlah daratan di OW Purin telah terkikis hingga mencapai luas 40 meter, dengan panjang daratan sekitar 1 kilometer.
"Beberapa fasilitas seperti shelter, akses jalan di OW dan sebagainya hancur diterjang abrasi," katanya Jumat (9/10/2012).
Imbas dari abrasi, pengunjung takut untuk ke OW Purin. Korelasi dampaknya adalah berkurangnya pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata.
Untuk mengatasi abrasi ini. Disparbud mengajak kerjasama instansi terkait agar sama-sama menangani abrasi.
"Salah satunya, dengan memasang karung berisikan pasir sebanyak 1.000 kantong di bibir pantai OW Purin," tandasnya.
Sedangkan penanganan jangka panjang abrasi adalah, lanjutnya, yakni dengan melakukan mitigasi yakni denganmembangun pemecah gelombang di sepanjang pantai tersebut. "Itu untuk mengurangi risiko abrasi," ujar Tien.
(ysw)