Pulang kondangan, puluhan warga keracunan
Rabu, 07 November 2012 - 20:07 WIB
Pulang kondangan, puluhan warga keracunan
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan warga Dusun Tambak Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung diduga keracunan nasi hajatan. Mereka langsung mengeluh mual, suhu badan meningkat, pusing, muntah, dan buang air besar encer usai pulang kondangan.
“Semua yang dikeluhkan sama dan reaksinya bersamaan. Diduga akibat nasi hajatan,“ ujar Sarjan (40) yang anaknya juga mengalami keracunan di Tulungagung.
Mengenai hajatan sendiri, kata Sarjan berlangsung pada Selasa 6 November 2012 kemarin. Sedangkan dua orang anak Sarjan, yakni Novi Rusdiana Putri (16) dan Hilda (8) kini sudah pulang dari puskesmas.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Campurdarat Nuryanto, mengatakan kalau kemarin ada 21 warga yang mendapat perawatan di puskesmas.
“Hari ini masuk lagi 11 pasien. Jadi total yang dirawat ada 32 orang dengan lima orang diantaranya berusia anak-anak. Tapi yang tersisa sekarang tinggal empat pasien,“ terang Nuryanto di Puskesmas Campudarat, Tulunganggung, Rabu (7/11/2012).
Diduga kuat penyebab dari keracunan massal itu adalah makanan. Tidak hanya nasi, tetapi diduga juga berasal dari kue dan jajanan lainya.
Kendati demikian, kata Nuryanto tidak tertutup kemungkinan penyebab juga bisa berasal dari air sumur warga. Sebab semua pasien berasal dari lingkungan yang sama.
Secara terpisah Kasi Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Tulungagung Didik Eka membenarkan adanya peristiwa tersebut. Meski sebagian besar warga mencurigai penyebabnya adalah nasi dan makanan hajatan, namun petugas kesehatan belum bisa memastikan.
“Semua akan kita buktikan di uji laboratorium. Saat ini kita masih mencari sisa makanan yang ada. Sebab gejala semacam itu bisa juga disebabkan bakteri, virus dan bahan kimia. Karenanya bersamaan dengan masalah ini kita juga akan menyebar kaporit ke sumur warga,“ ujarnya.
“Semua yang dikeluhkan sama dan reaksinya bersamaan. Diduga akibat nasi hajatan,“ ujar Sarjan (40) yang anaknya juga mengalami keracunan di Tulungagung.
Mengenai hajatan sendiri, kata Sarjan berlangsung pada Selasa 6 November 2012 kemarin. Sedangkan dua orang anak Sarjan, yakni Novi Rusdiana Putri (16) dan Hilda (8) kini sudah pulang dari puskesmas.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Campurdarat Nuryanto, mengatakan kalau kemarin ada 21 warga yang mendapat perawatan di puskesmas.
“Hari ini masuk lagi 11 pasien. Jadi total yang dirawat ada 32 orang dengan lima orang diantaranya berusia anak-anak. Tapi yang tersisa sekarang tinggal empat pasien,“ terang Nuryanto di Puskesmas Campudarat, Tulunganggung, Rabu (7/11/2012).
Diduga kuat penyebab dari keracunan massal itu adalah makanan. Tidak hanya nasi, tetapi diduga juga berasal dari kue dan jajanan lainya.
Kendati demikian, kata Nuryanto tidak tertutup kemungkinan penyebab juga bisa berasal dari air sumur warga. Sebab semua pasien berasal dari lingkungan yang sama.
Secara terpisah Kasi Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Tulungagung Didik Eka membenarkan adanya peristiwa tersebut. Meski sebagian besar warga mencurigai penyebabnya adalah nasi dan makanan hajatan, namun petugas kesehatan belum bisa memastikan.
“Semua akan kita buktikan di uji laboratorium. Saat ini kita masih mencari sisa makanan yang ada. Sebab gejala semacam itu bisa juga disebabkan bakteri, virus dan bahan kimia. Karenanya bersamaan dengan masalah ini kita juga akan menyebar kaporit ke sumur warga,“ ujarnya.
(ysw)