58 desa terancam lahar Merapi
Rabu, 07 November 2012 - 18:09 WIB
58 desa terancam lahar Merapi
A
A
A
Sindonews.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magelang mengingatkan, ada 58 desa yang terancam banjir lahar Gunung Merapi.
Desa tersebut tersebar di tujuh kecamatan yakni Dukun, Srumbung, Sawangan, Ngluwar, Mungkid, Salam, dan Muntilan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang Joko Sudibyo mengatakan, dari jumlah total desa yang terancam tersebut terdapat 27.917 rumah yang dihuni sekira 94.993 jiwa.
"Penduduk Kabupaten Magelang yang masih tinggal dalam radius 300 meter dari bibir sungai yang berhulu di kaki Gunung Merapi, terancam banjir lahar," katanya dalam rapat koordinasi penyusunan rencana operasi darurat bencana (RODB) di Magelang, Rabu (7/11/2012).
Untuk itu, dia mengimbau kepada warga yang berada di zona merah untuk selalu waspada. Sebab, wilayah Magelang masih berpotensi terkena lahar tergantung besar luapan magma.
Staf ahli geologi BPPTK Dewi Sri Sayudi menyampaikan, potensi banjir lahar akan mengarah ke tenggara dan selatan. Artinya, tidak mengancam wilayah Magelang.
Namun, tidak menutup kemungkinan akan mengarah ke Magelang jika terjadi luapan. Sebab, mulut kawah satu di antaranya pengontrol lahar ada yang berpotensi ke arah Magelang.
Menurutnya, pada musim hujan tahun ini, 10 sungai yang berhulu di kaki Gunung Merapi, berpotensi menjadi 'jalan tol' banjir lahar. Antara lain Sungai Krasak, Putih, Lamat, Senowo, Trising, Apu, dan Pabelan.
"Banjir lahar terbanyak diperkirakan melalui Kaliputih," lanjutnya.
Desa tersebut tersebar di tujuh kecamatan yakni Dukun, Srumbung, Sawangan, Ngluwar, Mungkid, Salam, dan Muntilan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang Joko Sudibyo mengatakan, dari jumlah total desa yang terancam tersebut terdapat 27.917 rumah yang dihuni sekira 94.993 jiwa.
"Penduduk Kabupaten Magelang yang masih tinggal dalam radius 300 meter dari bibir sungai yang berhulu di kaki Gunung Merapi, terancam banjir lahar," katanya dalam rapat koordinasi penyusunan rencana operasi darurat bencana (RODB) di Magelang, Rabu (7/11/2012).
Untuk itu, dia mengimbau kepada warga yang berada di zona merah untuk selalu waspada. Sebab, wilayah Magelang masih berpotensi terkena lahar tergantung besar luapan magma.
Staf ahli geologi BPPTK Dewi Sri Sayudi menyampaikan, potensi banjir lahar akan mengarah ke tenggara dan selatan. Artinya, tidak mengancam wilayah Magelang.
Namun, tidak menutup kemungkinan akan mengarah ke Magelang jika terjadi luapan. Sebab, mulut kawah satu di antaranya pengontrol lahar ada yang berpotensi ke arah Magelang.
Menurutnya, pada musim hujan tahun ini, 10 sungai yang berhulu di kaki Gunung Merapi, berpotensi menjadi 'jalan tol' banjir lahar. Antara lain Sungai Krasak, Putih, Lamat, Senowo, Trising, Apu, dan Pabelan.
"Banjir lahar terbanyak diperkirakan melalui Kaliputih," lanjutnya.
(ysw)