Tertabrak kereta, kaki kanan kakek putus
Minggu, 04 November 2012 - 04:00 WIB
Tertabrak kereta, kaki kanan kakek putus
A
A
A
Sindonews.com - Sumarta (78), warga Gang Salam I, Jalan Kayu Manis VIII, RT 03/08 no 11, Kelurahan Kayu Manis, harus merelakan kaki kanannya putus setelah tertabrak kereta ekspres jurusan Jakarta-Cikampek, di pintu perlintasan Stasiun Pondok Jati, Kelurahan Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur.
Diduga korban yang mengidap kesulitan pendengaran ini tidak menyadari adanya kereta yang akan melintas. Beruntung korban masih dapat diselamatkan oleh warga yang langsung membawanya ke RSCM guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Fathoni (32), petugas keamanan Stasiun Pondok Jati menjelaskan, jika peristiwa terjadi sekira pukul 16.30 WIB. Saat itu, korban yang berjalan sendiri tidak melihat ada kereta yang melintas. Padahal saat itu beberapa petugas telah berupaya meneriaki agar tidak berada di dekat rel.
"Petugas di sini sempat dua kali menarik korban ketika dirinya hampir juga terserempet kereta," ungkap Fathoni sesaat setelah kejadian, Sabtu 3 November 2012.
Sementara itu Sukenti (57), istri korban, membantah jika apa yang dilakukan oleh suaminya merupakan upaya bunuh diri. Menurutnya, sang suami memang sudah pikun dan kesulitan pendengaran.
"Dia (korban) maunya jalan ke luar rumah terus. Padahal kondisinya sudah pikun. Kalau dilarang suka marah," ungkapnya.
Diduga korban yang mengidap kesulitan pendengaran ini tidak menyadari adanya kereta yang akan melintas. Beruntung korban masih dapat diselamatkan oleh warga yang langsung membawanya ke RSCM guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Fathoni (32), petugas keamanan Stasiun Pondok Jati menjelaskan, jika peristiwa terjadi sekira pukul 16.30 WIB. Saat itu, korban yang berjalan sendiri tidak melihat ada kereta yang melintas. Padahal saat itu beberapa petugas telah berupaya meneriaki agar tidak berada di dekat rel.
"Petugas di sini sempat dua kali menarik korban ketika dirinya hampir juga terserempet kereta," ungkap Fathoni sesaat setelah kejadian, Sabtu 3 November 2012.
Sementara itu Sukenti (57), istri korban, membantah jika apa yang dilakukan oleh suaminya merupakan upaya bunuh diri. Menurutnya, sang suami memang sudah pikun dan kesulitan pendengaran.
"Dia (korban) maunya jalan ke luar rumah terus. Padahal kondisinya sudah pikun. Kalau dilarang suka marah," ungkapnya.
(rsa)