Dikdik-Toyib pendaftar pertama di Pilgub Jabar
Sabtu, 03 November 2012 - 15:32 WIB
Dikdik-Toyib pendaftar pertama di Pilgub Jabar
A
A
A
Sindonews.com - Di saat calon gubernur (cagub) dari partai politik (parpol) masih kebingungan dalam menentukan calon wakil gubernurnya (cawagub), justru pasangan independen (non parpol) Dikdik Mulyana Arif Mansur-Cecep NS Toyib (Dikdik-Toyib) sudah ancang-ancang mendaftar di Pilgub Jabar 2013 ke KPU Jabar.
Rencananya, mereka akan daftar mendahului cagub-cawagub dari parpol, yakni pada awal-awal jadwal pendaftaran yang dibuka KPU Jabar mulai 4-10 November 2012.
"Pendaftaran sesuai waktu yang ditentukan, tapi Insya Allah pertama, pada kesempatan pertama," ujar Dikdik, di sela penerimaan berkas dukungan hasil verifikasi faktual di KPU Jabar, Bandung, Sabtu (3/11/2012).
Mantan Kapolda Sumatera Selatan dengan pangkar Irjen pol ini menambahkan, saat ini pihaknya belum menerima resmi hasil verifikasi faktual terhadap dukungan yang diserahkannya sebagai syarat untuk bisa mengikuti Pilgub Jabar.
Meskipun sebelumnya sudah diberitakan bahwa dari 1,5 juta lebih dukungan yang diserahkan pasangan Dikdik-Toyib ke KPU Jabar untuk diverifikasi, hanya 681.7116 yang memenuhi syarat, sisanya (819.105 dukungan) dinyatakan tidak sah. Sehingga pasangan ini harus menambal kekurangannya dua kali lipat sesuai peraturan.
Namun dalam kesempatan itu, Dikdik yang didampingi cawagubnya, Toyib, serta Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat menegaskan, pihaknya belum menerima resmi hasil verifikasi faktual. Sehingga belum diketahui apakah pasangan ini harus menambal kekurangan berkas dukungan atau tidak perlu lagi.
"Ya, syukur-syukur jika diumumkan tidak ada perbaikan kami akan langsung daftar," kata Dikdik.
Seandainya ada perbaikan, pihaknya mengaku sudah menyiapkan kekurangan dukungan tersebut. Tuturnya, pada penyerahan berkas dukungan pada 1-5 Oktober seperti yang dijadwalkan KPU Jabar, pihaknya sudah memiliki 3,1 juta dukungan yang tersebar di 26 kabupaten/kota di Jabar. Namun karena masalah teknis, yang diserahkan ke KPU hanya 1,5 juta lebih.
"Andaikan kurang dan harus ganti kami tetap akan lakukan, kami tetap optimis bisa memenuhinya. Karena kami punya 3,1 juta, distorkan 1,5 juta jadi kita masih punya 1,2 juta lagi," bebernya.
Dia menambahkan, kegiatan menggalang dukungan masih terus dilakukan. Sehingga jumlahnya akan terus bertambah. Mengenai belum diterimanya hasil verifikasi faktual dari KPU, dirinya bisa memaluminya.
Sedianya dalam jadwal KPU hari ini, pasangan ini akan menerima hasil itu pukul 10.00 WIB, namun karena kesibukan KPU yang melakukan verifikasi parpol membuat penyerahan hasil itu molor.
"Verifikasi memang sudah selesai, secara resmi kami belum terima berapa angka ril-nya (kekurangannya). Cuman apa pun hasilnya kami akan lapang dada karena itulah hasil kerja terbaik KPU," ungkapnya.
Sementara Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat menyatakan bahwa data yang ada di media massa hasil rapat pleno KPU Jabar terkait verifikasi faktual pasangan persoarangan bukanlah data resmi KPU Jabar.
Menurutnya, hasil rapat pleno belum bisa dikeluarkan oleh KPU Jabar kepada publik. Memang rapatnya sudah selesai tapi hasilnya belum ditandatangani oleh semua komisioner KPU Jabar.
"Itu data tidak resmi. Engga ngerti itu angka dari mana," katanya, menganggapi munculnya angka-angka hasil verifikasi faktual yang dilansir sejumlah media massa.
"Saya mohon maaf kepada pasangan ini (Dikdik-Toyib). Seyogyanya jam 10 ini selesai diserahkan ke beliau. Tapi ada perubahan waktu, kami komisioner harus berangkat dalam rangka verifikasi faktual parpol," tambahnya.
Rencananya, mereka akan daftar mendahului cagub-cawagub dari parpol, yakni pada awal-awal jadwal pendaftaran yang dibuka KPU Jabar mulai 4-10 November 2012.
"Pendaftaran sesuai waktu yang ditentukan, tapi Insya Allah pertama, pada kesempatan pertama," ujar Dikdik, di sela penerimaan berkas dukungan hasil verifikasi faktual di KPU Jabar, Bandung, Sabtu (3/11/2012).
Mantan Kapolda Sumatera Selatan dengan pangkar Irjen pol ini menambahkan, saat ini pihaknya belum menerima resmi hasil verifikasi faktual terhadap dukungan yang diserahkannya sebagai syarat untuk bisa mengikuti Pilgub Jabar.
Meskipun sebelumnya sudah diberitakan bahwa dari 1,5 juta lebih dukungan yang diserahkan pasangan Dikdik-Toyib ke KPU Jabar untuk diverifikasi, hanya 681.7116 yang memenuhi syarat, sisanya (819.105 dukungan) dinyatakan tidak sah. Sehingga pasangan ini harus menambal kekurangannya dua kali lipat sesuai peraturan.
Namun dalam kesempatan itu, Dikdik yang didampingi cawagubnya, Toyib, serta Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat menegaskan, pihaknya belum menerima resmi hasil verifikasi faktual. Sehingga belum diketahui apakah pasangan ini harus menambal kekurangan berkas dukungan atau tidak perlu lagi.
"Ya, syukur-syukur jika diumumkan tidak ada perbaikan kami akan langsung daftar," kata Dikdik.
Seandainya ada perbaikan, pihaknya mengaku sudah menyiapkan kekurangan dukungan tersebut. Tuturnya, pada penyerahan berkas dukungan pada 1-5 Oktober seperti yang dijadwalkan KPU Jabar, pihaknya sudah memiliki 3,1 juta dukungan yang tersebar di 26 kabupaten/kota di Jabar. Namun karena masalah teknis, yang diserahkan ke KPU hanya 1,5 juta lebih.
"Andaikan kurang dan harus ganti kami tetap akan lakukan, kami tetap optimis bisa memenuhinya. Karena kami punya 3,1 juta, distorkan 1,5 juta jadi kita masih punya 1,2 juta lagi," bebernya.
Dia menambahkan, kegiatan menggalang dukungan masih terus dilakukan. Sehingga jumlahnya akan terus bertambah. Mengenai belum diterimanya hasil verifikasi faktual dari KPU, dirinya bisa memaluminya.
Sedianya dalam jadwal KPU hari ini, pasangan ini akan menerima hasil itu pukul 10.00 WIB, namun karena kesibukan KPU yang melakukan verifikasi parpol membuat penyerahan hasil itu molor.
"Verifikasi memang sudah selesai, secara resmi kami belum terima berapa angka ril-nya (kekurangannya). Cuman apa pun hasilnya kami akan lapang dada karena itulah hasil kerja terbaik KPU," ungkapnya.
Sementara Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat menyatakan bahwa data yang ada di media massa hasil rapat pleno KPU Jabar terkait verifikasi faktual pasangan persoarangan bukanlah data resmi KPU Jabar.
Menurutnya, hasil rapat pleno belum bisa dikeluarkan oleh KPU Jabar kepada publik. Memang rapatnya sudah selesai tapi hasilnya belum ditandatangani oleh semua komisioner KPU Jabar.
"Itu data tidak resmi. Engga ngerti itu angka dari mana," katanya, menganggapi munculnya angka-angka hasil verifikasi faktual yang dilansir sejumlah media massa.
"Saya mohon maaf kepada pasangan ini (Dikdik-Toyib). Seyogyanya jam 10 ini selesai diserahkan ke beliau. Tapi ada perubahan waktu, kami komisioner harus berangkat dalam rangka verifikasi faktual parpol," tambahnya.
(san)