Dede-Dada akan dikawinkan di Pilgub Jabar?
Sabtu, 03 November 2012 - 13:54 WIB
Dede-Dada akan dikawinkan di Pilgub Jabar?
A
A
A
Sindonews.com - Wacana paket Dede Yusuf-Dada Rosada sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) dari Partai Demokrat dinilai sebagai pasangan yang ideal.
Wacana yang muncul di kalangan internal Partai Demokrat, dianggap sebagai salah satu alternatif untuk mencari pasangan yang kompeten dalam menghadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2013 mendatang.
Calon Gubernur dari Partai Demokrat Dede Yusuf dinilai, harus mempertimbangkan aspek popularitas dan pengalaman birokrasi untuk mencari pendamping sebagai calon wakil gubernur.
Ketua Dewan pimpinan cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Indramayu Sri Budiharjo Herman mengatakan, selain mempertimbangkan popularitas, Dede Yusuf juga harus memiliki pendamping yang memiliki visi yang sama dalam membangun Jawa barat.
"Cawagub dari Partai Demokrat harus memiliki pengalaman di bidang pemerintahan. Ini akan mampu menunjang program kerja yang akan dilakukan," ujarnya di Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (3/11/2012).
Tingkat popularitas dan elektabilitas Dede Yusuf yang cukup tinggi dari beberapa survei, akan menjadi modal berharga untuk menghadapi Pilgub mendatang. "Demokrat tinggal menjaga potensi dan peluang yang ada serta cawagubnya juga layak jual dan dapat diterima oleh masyarakat dari berbagai kalangan," katanya.
Sementara itu, mengenai sosok Wali Kota Bandung, Dada Rosada untuk mendampingi Dede Yusuf, dia mengaku, sepanjang memiliki kriteria yang disebutkan, sepertinya tidak menjadi masalah. Apalagi, sejumlah nama yang sempat muncul sebagai cawagub dari Dede Yusuf yang dirilis Macan Center, peluangnya semakin tipis.
"Kalau memang dianggap pas, dan ideal di pemerintahan, ya tidak ada masalah buat kader Demokrat di tingkat bawah," katanya.
Dua nama yakni Bupati Indramayu Anna Sophanah dan Walikota Banjar Herman Sutrisno sudah tertutup peluangnya. Pasalnya, Partai Golkar sudah menetapkan Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat Irianto MS Syafiuddin sebagai calon Gubernur. Keduanya merupakan kader Partai Golkar.
Sedangkan dua nama lain yakni Rieke Diah Pitaloka (Anggota DPR RI) dan Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda, juga semakin mengecil peluangnya.
Pasalnya, sejumlah petinggi DPP PDI-P mengisyaratkan untuk mengusung paket sendiri dalam Pilgub mendatang. Praktis pilihannya cuma satu yakni Sekda Provinsi Jawa Barat Lex Laksamana yang memiliki peluang untuk mendampingi Dede Yusuf.
Sri Budiharjo Herman juga meminta kepada Dede Yusuf untuk selektif dalam memilik calon wakil gubernur yang akan mendampinginya dalam pilgub Jawa barat mendatang.
Wacana yang muncul di kalangan internal Partai Demokrat, dianggap sebagai salah satu alternatif untuk mencari pasangan yang kompeten dalam menghadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2013 mendatang.
Calon Gubernur dari Partai Demokrat Dede Yusuf dinilai, harus mempertimbangkan aspek popularitas dan pengalaman birokrasi untuk mencari pendamping sebagai calon wakil gubernur.
Ketua Dewan pimpinan cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Indramayu Sri Budiharjo Herman mengatakan, selain mempertimbangkan popularitas, Dede Yusuf juga harus memiliki pendamping yang memiliki visi yang sama dalam membangun Jawa barat.
"Cawagub dari Partai Demokrat harus memiliki pengalaman di bidang pemerintahan. Ini akan mampu menunjang program kerja yang akan dilakukan," ujarnya di Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (3/11/2012).
Tingkat popularitas dan elektabilitas Dede Yusuf yang cukup tinggi dari beberapa survei, akan menjadi modal berharga untuk menghadapi Pilgub mendatang. "Demokrat tinggal menjaga potensi dan peluang yang ada serta cawagubnya juga layak jual dan dapat diterima oleh masyarakat dari berbagai kalangan," katanya.
Sementara itu, mengenai sosok Wali Kota Bandung, Dada Rosada untuk mendampingi Dede Yusuf, dia mengaku, sepanjang memiliki kriteria yang disebutkan, sepertinya tidak menjadi masalah. Apalagi, sejumlah nama yang sempat muncul sebagai cawagub dari Dede Yusuf yang dirilis Macan Center, peluangnya semakin tipis.
"Kalau memang dianggap pas, dan ideal di pemerintahan, ya tidak ada masalah buat kader Demokrat di tingkat bawah," katanya.
Dua nama yakni Bupati Indramayu Anna Sophanah dan Walikota Banjar Herman Sutrisno sudah tertutup peluangnya. Pasalnya, Partai Golkar sudah menetapkan Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat Irianto MS Syafiuddin sebagai calon Gubernur. Keduanya merupakan kader Partai Golkar.
Sedangkan dua nama lain yakni Rieke Diah Pitaloka (Anggota DPR RI) dan Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda, juga semakin mengecil peluangnya.
Pasalnya, sejumlah petinggi DPP PDI-P mengisyaratkan untuk mengusung paket sendiri dalam Pilgub mendatang. Praktis pilihannya cuma satu yakni Sekda Provinsi Jawa Barat Lex Laksamana yang memiliki peluang untuk mendampingi Dede Yusuf.
Sri Budiharjo Herman juga meminta kepada Dede Yusuf untuk selektif dalam memilik calon wakil gubernur yang akan mendampinginya dalam pilgub Jawa barat mendatang.
(san)