Dikdik resmi tinggalkan jabatan Kapolda Sumsel
Sabtu, 03 November 2012 - 12:25 WIB
Dikdik resmi tinggalkan jabatan Kapolda Sumsel
A
A
A
Sindonews.com - Dikdik Mulyana Arif Mansur resmi meninggalkan jabatannya sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Selatan (Sumsel). Pasalnya, Dikdik akan maju pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jaba Barat 2013 mendatang.
Dalam hal ini, Dikdik maju lewat jalur independen (perseorangan) yang berpasangan dengan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Indramayu Cecep NS Toyib. Dikdik-Toyib menjadi pasangan satu-satunya yang lolos verifikasi faktual Pilgub Jabar.
Dikdik menuturkan, pada 2 Oktober dirinya mengajukan pengunduran diri kepada Kepala Polri (Kapolri) Jendral Polisi Timur Pradopo. Sesuai aturan, anggota Polri harus mundur jika ingin maju di ranah politik.
"Jadi per-31 Oktober saya sudah purnawirawan," kata Dikdik, di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar, di Bandung, Jabar, Sabtu (3/11/2012).
Lanjutnya, pada 25 Oktober mendapat Surat Keputusan (SK) dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentang penerimaan pengunduran Dikdik.
SK ini berbunyi mengabulkan permohonan Irjen Pol Dikdik Mulyana Arif dari kepolisian. Amr SK juga menyatakan bahwa Dikdik diberhenikan dengan hormat terhitung sejak 31 Oktober 2012.
Namun, Dikdik belum melakukan serah terima jabatan (sertijab) Kapolda Sumsel kepada Kapolda yang baru. Tetapi, Sertijab tersebut tinggal menunggu masalah administrasi. "Sertijab belum, itu kan masalah protokoler dan seremonial," katanya.
Dikdik mengakui, dengan pengunduran diri itu, waktunya jadi lebih leluasa untuk mempersiapkan Pilgub Jabar. Dia bisa lebih leluasa berkunjung ke daerah-daerah di Jabar.
Meski begitu, pengunduran diri dari Polri bukan berarti kecintaannya terhadap korps baju coklat sudah luntur.
"Kecintaan kepada polri akan melekat kepada saya. Tapi kecintaan sama rakyat Jabar sama beratnya. Maka kami harus milih," ungkapnya.
Dalam hal ini, Dikdik maju lewat jalur independen (perseorangan) yang berpasangan dengan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Indramayu Cecep NS Toyib. Dikdik-Toyib menjadi pasangan satu-satunya yang lolos verifikasi faktual Pilgub Jabar.
Dikdik menuturkan, pada 2 Oktober dirinya mengajukan pengunduran diri kepada Kepala Polri (Kapolri) Jendral Polisi Timur Pradopo. Sesuai aturan, anggota Polri harus mundur jika ingin maju di ranah politik.
"Jadi per-31 Oktober saya sudah purnawirawan," kata Dikdik, di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar, di Bandung, Jabar, Sabtu (3/11/2012).
Lanjutnya, pada 25 Oktober mendapat Surat Keputusan (SK) dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentang penerimaan pengunduran Dikdik.
SK ini berbunyi mengabulkan permohonan Irjen Pol Dikdik Mulyana Arif dari kepolisian. Amr SK juga menyatakan bahwa Dikdik diberhenikan dengan hormat terhitung sejak 31 Oktober 2012.
Namun, Dikdik belum melakukan serah terima jabatan (sertijab) Kapolda Sumsel kepada Kapolda yang baru. Tetapi, Sertijab tersebut tinggal menunggu masalah administrasi. "Sertijab belum, itu kan masalah protokoler dan seremonial," katanya.
Dikdik mengakui, dengan pengunduran diri itu, waktunya jadi lebih leluasa untuk mempersiapkan Pilgub Jabar. Dia bisa lebih leluasa berkunjung ke daerah-daerah di Jabar.
Meski begitu, pengunduran diri dari Polri bukan berarti kecintaannya terhadap korps baju coklat sudah luntur.
"Kecintaan kepada polri akan melekat kepada saya. Tapi kecintaan sama rakyat Jabar sama beratnya. Maka kami harus milih," ungkapnya.
(mhd)