Tersesat di Semeru, Firas tinggal di goa
Jum'at, 02 November 2012 - 18:32 WIB
Tersesat di Semeru, Firas tinggal di goa
A
A
A
Sindonews.com - Tidak semua orang bisa bertahan hidup di hutan Semeru selama empat hari, tanpa perbekalan dan air yang cukup, kecuali ada campur tangan yang maha kuasa.
Setidaknya, hal itu lah yang dialami M Firas Awaludin Iqbal (19), mahasiswa semester III, Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Brawijaya, yang tersesat selama empat hari di tengah ganasnya alam Semeru.
Pada Senin 29 Oktober 2012 pagi, Firas terpisah dari kelompoknya, saat turun dari puncak Mahameru. Waktu itu, cerita Iqbal, hujan mengguyur puncak Mahameru dan sekitarnya. Genangan air bekas hujan lebat menghiasi kubangan.
Air di kubangan itulah yang dimanfaatkan Iqbal selama tiga empat hari tiga malam, untuk bisa bertahan hidup. Selain itu, dirinya juga masih membawa beberapa coklat sisa bekal saat mendaki.
"Saya juga sempat bermalam di sebuah goa selama dua hari," tutur Firas dengan senyum gembira, di Malang, Jawa Timur, Jumat (2/11/2012).
Setelah bermalam di goa selama dua hari, Firas juga bisa bertahan dengan mencari buah-buahan di hutan seperti buah Arbei yang ditemukannya di tengah hutan. "Saya tidak tahu jika saya tidak menemukan air dan buah," kata Firas seraya bersyukur.
Meski mendapat pasokan air dan buah dari alam, rasa optimisme Firas untuk bertahan hidup juga menjadi motivasi tersendiri baginya untuk dapat bertahan. "Pengalaman ayah saya yang pernah hilang tahun 90-an membuat semangat saya bertambah untuk bisa bertahan," terang Firas.
Dia pun mengaku tidak kapok mendaki gunung meski sempat tersesat. Dia mengatakan bakal menaklukan Puncak Mahameru dan Rinjani tahun depan.
Setidaknya, hal itu lah yang dialami M Firas Awaludin Iqbal (19), mahasiswa semester III, Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Brawijaya, yang tersesat selama empat hari di tengah ganasnya alam Semeru.
Pada Senin 29 Oktober 2012 pagi, Firas terpisah dari kelompoknya, saat turun dari puncak Mahameru. Waktu itu, cerita Iqbal, hujan mengguyur puncak Mahameru dan sekitarnya. Genangan air bekas hujan lebat menghiasi kubangan.
Air di kubangan itulah yang dimanfaatkan Iqbal selama tiga empat hari tiga malam, untuk bisa bertahan hidup. Selain itu, dirinya juga masih membawa beberapa coklat sisa bekal saat mendaki.
"Saya juga sempat bermalam di sebuah goa selama dua hari," tutur Firas dengan senyum gembira, di Malang, Jawa Timur, Jumat (2/11/2012).
Setelah bermalam di goa selama dua hari, Firas juga bisa bertahan dengan mencari buah-buahan di hutan seperti buah Arbei yang ditemukannya di tengah hutan. "Saya tidak tahu jika saya tidak menemukan air dan buah," kata Firas seraya bersyukur.
Meski mendapat pasokan air dan buah dari alam, rasa optimisme Firas untuk bertahan hidup juga menjadi motivasi tersendiri baginya untuk dapat bertahan. "Pengalaman ayah saya yang pernah hilang tahun 90-an membuat semangat saya bertambah untuk bisa bertahan," terang Firas.
Dia pun mengaku tidak kapok mendaki gunung meski sempat tersesat. Dia mengatakan bakal menaklukan Puncak Mahameru dan Rinjani tahun depan.
(san)