Moratorium TKI ke Malaysia harus diberlakukan lagi

Selasa, 30 Oktober 2012 - 11:21 WIB
Moratorium TKI ke Malaysia...
Moratorium TKI ke Malaysia harus diberlakukan lagi
A A A
Sindonews.com - Munculnya selebaran iklan yang 'mengobral' Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ini menimbulkan reaksi keras dari Minrant Institute.

Divisi Program Advokasi Migrant Institute Ali Yasin, sikap tersebut melecehkan harga diri bangsa Indonesia. Tentunya, sangat ironis dengan kondisi yang terjadi kondisi bangsa saat ini.

"Sungguh ironis ada anak bangsa yang dijual oleh anak bangsa lain. Perlu adanya moratorium agar kondisi tersebut tidak terjadi dan sangat melecehkan harga diri bangsa indonesia," ungkap Ali Yasin menjelaskan, Selasa (30/10/2012).

Ia juga mengatakan, sebenarnya aksi mengobral TKI di negeri Jiran sangat marak. TKI di negara tersebut dihargai sangat murah terlebih lagi para TKI yang bekerja di sektor informal. Kondisi tersebut terjadi, dengan cara dari mulut ke mulut.

"Kali ini mencuat karena memang tertulis dalam bentuk iklan. Sebenarnya jika dirunut ada sikap mengobral TKI dari mulut ke mulut. Pemerintah harus tegas," katanya.

Moratorium perlu dilakukan untuk mengatur tata kelola TKI di Malaysia. Ia juga menyayangkan dengan sikap pemerintah Indonesia yang membuka Moratorium pada September 2011 lalu. Padahal, kondisi tata kelola masih banyak masalah. Pemerintah hanya melakukan pertimbangan permintaan tenaga kerja yang banyak di Malaysia dan terpenuhi tuntutan gaji para TKI. Namun di sektor lain seperti keamanan dan perlindungan TKI masih belum tercapai.

"Moratorium perlu diberlakukan lagi dan pemerintah harus menata tata kelola TKI. Termasuk di sektor Informal yang masih banyak kendala. Dan rata-rata TKI yang bekerja di sektor ini yang menuai banyak masalah. Sebab yang menerima order adalah langsung dari perusahaan jasa penyedia TKI. Kalau Sektor Formal, Job ordernya yang menerima adalah pemerintah," paparnya.
(azh)
Berita Terkait
Dikejar Polisi, Tekong...
Dikejar Polisi, Tekong Penyelundup 31 TKI Ilegal ke Malaysia Lompat ke Sungai
TKI Sumarkinah Korban...
TKI Sumarkinah Korban Penganiayaan di Saudi Sudah Dievakuasi dari Rumah Majikan
BP2MI Apresiasi Polda...
BP2MI Apresiasi Polda Jatim Bongkar Sindikat TKI Ilegal
TNI AL Amankan 124 Pekerja...
TNI AL Amankan 124 Pekerja Migran Ilegal di Labuhanbatu Utara
Jual TKI Jadi Budak...
Jual TKI Jadi Budak Kapal Ikan China, 7 Orang Dibekuk Polda Kepri
Tiba di Batubara, 122...
Tiba di Batubara, 122 TKI Langsung Dikarantina
Berita Terkini
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
10 menit yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
1 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
1 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
2 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
10 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
10 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved