Ratusan senpi perwira polisi diperiksa
Senin, 29 Oktober 2012 - 18:00 WIB
Ratusan senpi perwira polisi diperiksa
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan senjata api (senpi) milik perwira dan bintara di jajaran Polres Garut diperiksa tim Polda Jawa Barat (Jabar). Kegiatan rutin enam bulan sekali ini, ditujukan agar para personel kepolisian bisa meningkatkan kewaspadaan atas maraknya aksi teror di sejumlah daerah.
Kabag Sumber Daya Polres Garut Kompol Kurnia mengatakan, Polri akan langsung melakukan penarikan dan penggantian bila ada senjata yang tidak layak digunakan.
“Sebagai antisipasi teror, setiap senjata para petugas harus dalam kondisi baik. Misalnya, bila seorang petugas dihadapkan dengan kondisi tertentu, diharapkan dia bisa bertahan dan menanggulanginya dengan senjata yang dia pegang,” katanya di Polres Garut, Jawa Barat, Senin (29/10/2012).
Ditambahkan dia, peningkatan kewaspadaan tidak hanya dilakukan melalui pemeriksaan senjata saja, melainkan juga kemampuan pribadi personel masing-masing. Menurut Kurnia, faktor kemampuan personel sangat berperan besar di setiap kondisi yang tidak diinginkan.
“Dari hasil akhir pemeriksaan yang sudah dilakukan, tidak ada senpi yang rusak atau tidak layak. Selain itu, pemeriksaan yang lainnya pun lancar tidak ada masalah,” ujarnya.
Terpisah, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul menjelaskan, pemeriksaan senpi pada setiap jajaran kepolisian wilayah Jabar tidak dikhususkan untuk antisipasi aksi teror. Pasalnya, kata Martinus, pemeriksaan ini dilakukan secara berkala setiap tahun.
“Namun memang, kita semua sudah mendapatkan perintah untuk meningkatkan kewaspadaan saja. Kebetulan, senpi yang dipakai para personel diperiksa kelayakannya. Bisa fatal akibatnya, bila saat kondisi tertentu senpi yang digunakan tidak layak,” katanya.
Selain memeriksa kelayakan dan kebersihan senjata, surat-surat izin para pemegang senpi pun ikut diperiksa. Surat-surat tersebut mesti diperbaharui para pemiliknya karena hanya berlaku satu tahun.
Kabag Sumber Daya Polres Garut Kompol Kurnia mengatakan, Polri akan langsung melakukan penarikan dan penggantian bila ada senjata yang tidak layak digunakan.
“Sebagai antisipasi teror, setiap senjata para petugas harus dalam kondisi baik. Misalnya, bila seorang petugas dihadapkan dengan kondisi tertentu, diharapkan dia bisa bertahan dan menanggulanginya dengan senjata yang dia pegang,” katanya di Polres Garut, Jawa Barat, Senin (29/10/2012).
Ditambahkan dia, peningkatan kewaspadaan tidak hanya dilakukan melalui pemeriksaan senjata saja, melainkan juga kemampuan pribadi personel masing-masing. Menurut Kurnia, faktor kemampuan personel sangat berperan besar di setiap kondisi yang tidak diinginkan.
“Dari hasil akhir pemeriksaan yang sudah dilakukan, tidak ada senpi yang rusak atau tidak layak. Selain itu, pemeriksaan yang lainnya pun lancar tidak ada masalah,” ujarnya.
Terpisah, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul menjelaskan, pemeriksaan senpi pada setiap jajaran kepolisian wilayah Jabar tidak dikhususkan untuk antisipasi aksi teror. Pasalnya, kata Martinus, pemeriksaan ini dilakukan secara berkala setiap tahun.
“Namun memang, kita semua sudah mendapatkan perintah untuk meningkatkan kewaspadaan saja. Kebetulan, senpi yang dipakai para personel diperiksa kelayakannya. Bisa fatal akibatnya, bila saat kondisi tertentu senpi yang digunakan tidak layak,” katanya.
Selain memeriksa kelayakan dan kebersihan senjata, surat-surat izin para pemegang senpi pun ikut diperiksa. Surat-surat tersebut mesti diperbaharui para pemiliknya karena hanya berlaku satu tahun.
(san)