Polisi temukan mortir di sungai
Senin, 29 Oktober 2012 - 13:43 WIB
Polisi temukan mortir di sungai
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah mortir sepanjang 25 centimeter ditemukan petugas kepolisian di Kota Rantepao, Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Mortir tersebut pertama kali ditemukan oleh Briptu Ferdi Toyang saat mandi di Sungai To' Riau.
Kapolres Tana Toraja AKBP Yudi AB Sinlaeloe mengatakan, pihaknya telah memastikan benda tersebut adalah mortir yang tidak aktif, setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Setelah anggota turun melakukan olah TKP, benda tersebut dipastikan mortir. Dari koordinasi Polres dengan komandan Kodim 1414, mortir yang ditemukan di sungai To' Riu itu diketahui jenis mortir pelontar 60," katanya kepada wartawan di Mapolres Tana Toraja, Senin (29/10/2012).
Dia mengungkapkan, hasil pengecekan fisik juga menyebutkan mortir yang ditemukan itu memiliki nomor seri B 5215, dengan berat sekira satu kilogram, dengan diameter lima centimeter, dan panjang 25 centimeter.
Sementara itu, Wakapolres Tana Toraja Kompol Novly F Pitoy menyatakan, mortir tersebut diduga sudah tidak aktif lagi, karena usianya sudah tua. Mortir itu sendiri diduga peninggalan zaman pemberontakan yang pernah terjadi di Toraja puluhan tahun lalu.
Saat ini, mortir tersebut sudah diamankan di Mapolres Tana Toraja, dan rencananya akan dibawa ke Detasemen B Brimob Pare-pare untuk diteliti lebih lanjut. "Hari ini, kami berencana membawa mortir tersebut ke Pare untuk diserahkan ke Detasemen Brimob Pare-pare," tukasnya.
Kapolres Tana Toraja AKBP Yudi AB Sinlaeloe mengatakan, pihaknya telah memastikan benda tersebut adalah mortir yang tidak aktif, setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Setelah anggota turun melakukan olah TKP, benda tersebut dipastikan mortir. Dari koordinasi Polres dengan komandan Kodim 1414, mortir yang ditemukan di sungai To' Riu itu diketahui jenis mortir pelontar 60," katanya kepada wartawan di Mapolres Tana Toraja, Senin (29/10/2012).
Dia mengungkapkan, hasil pengecekan fisik juga menyebutkan mortir yang ditemukan itu memiliki nomor seri B 5215, dengan berat sekira satu kilogram, dengan diameter lima centimeter, dan panjang 25 centimeter.
Sementara itu, Wakapolres Tana Toraja Kompol Novly F Pitoy menyatakan, mortir tersebut diduga sudah tidak aktif lagi, karena usianya sudah tua. Mortir itu sendiri diduga peninggalan zaman pemberontakan yang pernah terjadi di Toraja puluhan tahun lalu.
Saat ini, mortir tersebut sudah diamankan di Mapolres Tana Toraja, dan rencananya akan dibawa ke Detasemen B Brimob Pare-pare untuk diteliti lebih lanjut. "Hari ini, kami berencana membawa mortir tersebut ke Pare untuk diserahkan ke Detasemen Brimob Pare-pare," tukasnya.
(lil)