Kepergok mencuri, pemuda gagal menikah
Sabtu, 27 Oktober 2012 - 13:38 WIB
Kepergok mencuri, pemuda gagal menikah
A
A
A
Sindonews.com - Seorang pencuri kendaraan bermotor gagal melangsungkan pernikahannya, setelah tertangkap saat akan mencuri sebuah sepeda motor milik istri dari anggota kepolisian di Arcamanik, Bandung, Jawa Barat.
Kejadian tersebut bermula saat Rohman Ardiansyah alias Omen (27), merampas sepeda motor milik Risma Hermawati yang juga istri dari seorang polisi untuk modal menikah. Saat itu, Risma melawan Omen dan berteriak meminta tolong.
Sialnya, lokasi perampasan motor tersebut hanya berjarak 50 meter dari Kantor Reskrim Polsekta Arcamanik. Omen pun kemudian langsung diamankan, dan digelandang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
"Korban saat itu enggak mau ngasih, akhirnya saya pukul korban di bagian belakang kepalanya dengan tangan. Saya enggak tahu, ternyata ini kantor polisi. Saya kira ini hanya ruko," katanya di Mapolsekta Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (27/10/2012).
Setelah ditangkap polisi, calon istri Omen pun membatalkan pernikahan yang rencananya akan diselenggarakan pada Maret 2013 mendatang. "Cuma gagal aja (nikah). Tapi belum sampai putus, dia cuma nangis aja, dan tetap akan menunggu saya," ujarnya.
Dia menegaskan, dirinya terpaksa melakukan pencurian kendaraan bermotor untuk modalnya menikah. Pasalnya, dirinya baru memiliki uang Rp500 ribu dari total biaya pernikahan yang diprediksi akan mencapai Rp2 juta.
Sementara itu, Kapolsekta Arcamanik Kompol I Ketut Adi Purnama mengatakan, pihaknya akan terus melakukan penyelidikan terhadap aksi yang dilakukan Omen.
"Kita masih selidiki apa benar dia baru sekali melakukan pencurian. Kita juga temukan kapak di tas miliknya, yang menurut pengakuannya untuk digunakan untuk bekerja sebagai kuli bangunan," jelasnya.
Kejadian tersebut bermula saat Rohman Ardiansyah alias Omen (27), merampas sepeda motor milik Risma Hermawati yang juga istri dari seorang polisi untuk modal menikah. Saat itu, Risma melawan Omen dan berteriak meminta tolong.
Sialnya, lokasi perampasan motor tersebut hanya berjarak 50 meter dari Kantor Reskrim Polsekta Arcamanik. Omen pun kemudian langsung diamankan, dan digelandang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
"Korban saat itu enggak mau ngasih, akhirnya saya pukul korban di bagian belakang kepalanya dengan tangan. Saya enggak tahu, ternyata ini kantor polisi. Saya kira ini hanya ruko," katanya di Mapolsekta Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (27/10/2012).
Setelah ditangkap polisi, calon istri Omen pun membatalkan pernikahan yang rencananya akan diselenggarakan pada Maret 2013 mendatang. "Cuma gagal aja (nikah). Tapi belum sampai putus, dia cuma nangis aja, dan tetap akan menunggu saya," ujarnya.
Dia menegaskan, dirinya terpaksa melakukan pencurian kendaraan bermotor untuk modalnya menikah. Pasalnya, dirinya baru memiliki uang Rp500 ribu dari total biaya pernikahan yang diprediksi akan mencapai Rp2 juta.
Sementara itu, Kapolsekta Arcamanik Kompol I Ketut Adi Purnama mengatakan, pihaknya akan terus melakukan penyelidikan terhadap aksi yang dilakukan Omen.
"Kita masih selidiki apa benar dia baru sekali melakukan pencurian. Kita juga temukan kapak di tas miliknya, yang menurut pengakuannya untuk digunakan untuk bekerja sebagai kuli bangunan," jelasnya.
(lil)