Ini alasan Jokowi tidak hadiri rapat BKSP
Kamis, 25 Oktober 2012 - 02:10 WIB
Ini alasan Jokowi tidak hadiri rapat BKSP
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan alasan dirinya tak menghadiri rapat Badan Kerjasama Pembangunan (BKSP) Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi-Cianjur di Bandung, Jawa Barat pada Selasa, 23 Oktober 2012.
Jokowi mengatakan, dia sudah mengutus Sekretaris Daerah (Sekda) Fadjar Pandjaitan untuk mengikuti rapat tersebut.
"Itu (Acara) sifatnya sosial, kalau (khusus membahas) banjir dan macet saya mau datang. Saya mau ketemu Ahmad Heryawan, dan Ibu Atut bahas banjir dan macet," kata Jokowi, di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (24/10/2012).
Seperti diberitakan, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menjelaskan, selain membahas banjir, BKSP juga membahas arus penduduk, masalah pemukiman di perbatasan, lalu-lintas kendaraan, transportasi penduduk dan lapangan pekerjaan.
Ada jutaan warga Jawa Barat dan Banten mencari nafkah dan melintasi DKI Jakarta. Pada pagi hari membanjiri masuk Jakarta dan pada petang harinya keluar Jakarta.
"Harus ada perhatian terkait dengan masalah infrastruktur jalan dan transportasi massal agar masyarakat mudah dalam beraktifitas," tuturnya.
Dia menyatakan, sejumlah Kepala Daerah terkait akan menghadiri rapat tersebut, termasuk Gubernur DKI Jakarta yang baru dilantik, Joko Widodo alias Jokowi.
"Penting ditunjuk seseorang sebagai penanggung jawab agar pelaksanaan program bisa berjalan efektif," tandasnya.
Jokowi mengatakan, dia sudah mengutus Sekretaris Daerah (Sekda) Fadjar Pandjaitan untuk mengikuti rapat tersebut.
"Itu (Acara) sifatnya sosial, kalau (khusus membahas) banjir dan macet saya mau datang. Saya mau ketemu Ahmad Heryawan, dan Ibu Atut bahas banjir dan macet," kata Jokowi, di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (24/10/2012).
Seperti diberitakan, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menjelaskan, selain membahas banjir, BKSP juga membahas arus penduduk, masalah pemukiman di perbatasan, lalu-lintas kendaraan, transportasi penduduk dan lapangan pekerjaan.
Ada jutaan warga Jawa Barat dan Banten mencari nafkah dan melintasi DKI Jakarta. Pada pagi hari membanjiri masuk Jakarta dan pada petang harinya keluar Jakarta.
"Harus ada perhatian terkait dengan masalah infrastruktur jalan dan transportasi massal agar masyarakat mudah dalam beraktifitas," tuturnya.
Dia menyatakan, sejumlah Kepala Daerah terkait akan menghadiri rapat tersebut, termasuk Gubernur DKI Jakarta yang baru dilantik, Joko Widodo alias Jokowi.
"Penting ditunjuk seseorang sebagai penanggung jawab agar pelaksanaan program bisa berjalan efektif," tandasnya.
(maf)