Jokowi: Terima kasih kritiknya Pak Ruhut
Rabu, 24 Oktober 2012 - 20:50 WIB
Jokowi: Terima kasih kritiknya Pak Ruhut
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tak mau ambil pusing dengan sindiran Anggota DPR RI Ruhut Sitompul.
"Saya enggak pencitraan, yang dimaksud pencitraan itu seperti apa. Kalau pencitraan kan media yang saya ajak, lah orang mereka yang mau ikut," kata Jokowi, usai menyerahkan hadiah kepada pemenang "Surat untuk Jokowi" di Hotel Novotel, di Jakarta, Rabu (24/10/2012).
Jokowi justru berterima kasih kepada Ruhut atas kritikannya tersebut. Apa yang dia lakukan dengan berkunjung ke beberapa lokasi di Jakarta bukan dalam pencitraan, melainkan untuk mencari solusi permasalahan yang ada.
"Terima kasih sudah dikritik, itu jadi masukan. Ini kan masih proses mendengar. Yang penting realisasi dan akan terealisasi pertengahan November," janjinya.
Mantan Wali Kota Solo ini enggan jika dirinya dibandingkan dengan Fauzi Bowo yang tak terlalu sering ke lapangan. "Lah suka-suka saya dong, saya sukanya di lapangan," tegasnya.
Seperti diketahui, politikus Partai Demokrat itu menganggap aktivitas Jokowi yang hampir setiap hari berkeliling ke seluruh wilayah Jakarta, hanya pencitraan semata.
"Pencitraan saja, kasihan Jakarta. Kita tunggu satu tahun nanti, kita tunggu tanda-tandanya," singkat Ruhut.
Ruhut tak yakin Jokowi mampu menyelesaikan seluruh permasalahan yang membelit Ibu Kota. Pasalnya, Fauzi Bowo (Foke) yang dianggap ahli dan merupakan warga asli Jakarta saja pada kenyataanya belum sanggup untuk menuntaskan permasalahan di Jakarta.
"Ahlinya saja pusing, apalagi bukan ahlinya. Bisa teler itu. Biarkan saja dulu kita tunggu buktinya," tutup Ruhut.
"Saya enggak pencitraan, yang dimaksud pencitraan itu seperti apa. Kalau pencitraan kan media yang saya ajak, lah orang mereka yang mau ikut," kata Jokowi, usai menyerahkan hadiah kepada pemenang "Surat untuk Jokowi" di Hotel Novotel, di Jakarta, Rabu (24/10/2012).
Jokowi justru berterima kasih kepada Ruhut atas kritikannya tersebut. Apa yang dia lakukan dengan berkunjung ke beberapa lokasi di Jakarta bukan dalam pencitraan, melainkan untuk mencari solusi permasalahan yang ada.
"Terima kasih sudah dikritik, itu jadi masukan. Ini kan masih proses mendengar. Yang penting realisasi dan akan terealisasi pertengahan November," janjinya.
Mantan Wali Kota Solo ini enggan jika dirinya dibandingkan dengan Fauzi Bowo yang tak terlalu sering ke lapangan. "Lah suka-suka saya dong, saya sukanya di lapangan," tegasnya.
Seperti diketahui, politikus Partai Demokrat itu menganggap aktivitas Jokowi yang hampir setiap hari berkeliling ke seluruh wilayah Jakarta, hanya pencitraan semata.
"Pencitraan saja, kasihan Jakarta. Kita tunggu satu tahun nanti, kita tunggu tanda-tandanya," singkat Ruhut.
Ruhut tak yakin Jokowi mampu menyelesaikan seluruh permasalahan yang membelit Ibu Kota. Pasalnya, Fauzi Bowo (Foke) yang dianggap ahli dan merupakan warga asli Jakarta saja pada kenyataanya belum sanggup untuk menuntaskan permasalahan di Jakarta.
"Ahlinya saja pusing, apalagi bukan ahlinya. Bisa teler itu. Biarkan saja dulu kita tunggu buktinya," tutup Ruhut.
(maf)