Macet, Ciamis bidik pembangunan lingkar utara
Rabu, 24 Oktober 2012 - 18:17 WIB
Macet, Ciamis bidik pembangunan lingkar utara
A
A
A
Sindonews.com – Untuk mengatasi kepadatan arus lalulintas di wilayah Perkotaan Ciamis, pembangunan Lingkar Utara dinilai bisa menjadi alternatif untuk penataan lalu-lintas jangka panjang.
Bupati Ciamis Engkon Komara menyebutkan untuk jangka panjang pembangunan Lingkar Utara perlu direncanakan dari saat ini, karena sampai sekarang wilayah perkotaan Ciamis belum mempunyai jalan alternatif untuk pembuangan ke wilayah utara.
“Namun, pemikiran atau rencana pembangunan Lingkar Utara ini tidak bisa dilakukan dalam waktu cepat. Semua perlu waktu dan tahapan, terutama penyesuaian dengan kondisi keuangan di daerah,” terang Engkon usai mengikuti evaluasi akhir penilaian lalulintas tingkat nasional di Dishub Ciamis, Rabu (24/10/2012).
Keberadaan Lingkar Utara, lanjut Engkon, memang sudah sangat dibutuhkan. Sebagaimana sering disampaikan Engkon, satu-satunya kantor dan pendopo bupati yang dilintasi truk gandeng dan bus-bus besar hanya di Ciamis.
“Terus terang memang sering saya sampaikan, hanya ada di Ciamis. Padahal bupati tidak akan naik bus, tapi karena belum ada alternatif sampai sekarang masih lewat depan kantor pemerintahan,” tandas Engkon.
Engkon juga menjanjikan, jalur Lingkar Selatan yang sebelumnya baru separuh diperbaiki selambat-lambatnya tahun depan sudah bisa digunakan kembali.
“Untuk sisanya, masih dibutuhkan anggaran sekitar Rp7 miliar, mudah-mudahan tahun depan sudah selesai. Lingkar Selatan juga sangat membantu untuk memecah kemacetan saat terjadi kepadatan,” tandas Engkon.
Ketua Tim Penilai Wahana Tata Nugraha Kementrian Perhubungan Firdaus Rasyad mengapresiasi, tertib lalulintas yang sudah tercipta di kawasan Kabupaten Ciamis. Dibanding Daerah lain, kondisi lalulintas di Ciamis sudah jauh lebih baik.
“Hanya saja, ada beberapa item yang masih perlu diperhatikan dan sedikit perbaikan. Misalnya, soal penataan marka jalan yang ada di sepanjang jenderal soedirman, kedisiplinan masyarak dan kawasan parkir di sepanjang jalan protokol,” terang Firdaus.
Firdaus menyebutkan, dari segi kedisiplinan masyarakat misalnya, terang dia, selama tim berada di wilayah Kabupaten Ciamis, masih menemukan ada masyarakat yang berkendara tanpa mengunakan helm, atau berboncengan tiga dan sejenisnya.
“Hal itu menjadi salah satu kategori penilaian, karena sangat berkaitan dengan keselamatan pengendara,” tandas Firdaus.
Sementara untuk infrastruktur, lanjut Firdaus, secara umum dari enam ruas jalan yang dinilai di Ciamis sudah bagus. Kalau ada pemikiran atau rencana pembuatan jalur Lingkar Utara itu akan lebih bagus lagi untuk penataan lalulintas di wilayah Ciamis.
“Diharapkan dengan berbagai masukan yang kami sampaikan, perubahan lalulintas di Ciamis bisa tercipta lebih baik dari saat ini,” kata Firdaus.
Bupati Ciamis Engkon Komara menyebutkan untuk jangka panjang pembangunan Lingkar Utara perlu direncanakan dari saat ini, karena sampai sekarang wilayah perkotaan Ciamis belum mempunyai jalan alternatif untuk pembuangan ke wilayah utara.
“Namun, pemikiran atau rencana pembangunan Lingkar Utara ini tidak bisa dilakukan dalam waktu cepat. Semua perlu waktu dan tahapan, terutama penyesuaian dengan kondisi keuangan di daerah,” terang Engkon usai mengikuti evaluasi akhir penilaian lalulintas tingkat nasional di Dishub Ciamis, Rabu (24/10/2012).
Keberadaan Lingkar Utara, lanjut Engkon, memang sudah sangat dibutuhkan. Sebagaimana sering disampaikan Engkon, satu-satunya kantor dan pendopo bupati yang dilintasi truk gandeng dan bus-bus besar hanya di Ciamis.
“Terus terang memang sering saya sampaikan, hanya ada di Ciamis. Padahal bupati tidak akan naik bus, tapi karena belum ada alternatif sampai sekarang masih lewat depan kantor pemerintahan,” tandas Engkon.
Engkon juga menjanjikan, jalur Lingkar Selatan yang sebelumnya baru separuh diperbaiki selambat-lambatnya tahun depan sudah bisa digunakan kembali.
“Untuk sisanya, masih dibutuhkan anggaran sekitar Rp7 miliar, mudah-mudahan tahun depan sudah selesai. Lingkar Selatan juga sangat membantu untuk memecah kemacetan saat terjadi kepadatan,” tandas Engkon.
Ketua Tim Penilai Wahana Tata Nugraha Kementrian Perhubungan Firdaus Rasyad mengapresiasi, tertib lalulintas yang sudah tercipta di kawasan Kabupaten Ciamis. Dibanding Daerah lain, kondisi lalulintas di Ciamis sudah jauh lebih baik.
“Hanya saja, ada beberapa item yang masih perlu diperhatikan dan sedikit perbaikan. Misalnya, soal penataan marka jalan yang ada di sepanjang jenderal soedirman, kedisiplinan masyarak dan kawasan parkir di sepanjang jalan protokol,” terang Firdaus.
Firdaus menyebutkan, dari segi kedisiplinan masyarakat misalnya, terang dia, selama tim berada di wilayah Kabupaten Ciamis, masih menemukan ada masyarakat yang berkendara tanpa mengunakan helm, atau berboncengan tiga dan sejenisnya.
“Hal itu menjadi salah satu kategori penilaian, karena sangat berkaitan dengan keselamatan pengendara,” tandas Firdaus.
Sementara untuk infrastruktur, lanjut Firdaus, secara umum dari enam ruas jalan yang dinilai di Ciamis sudah bagus. Kalau ada pemikiran atau rencana pembuatan jalur Lingkar Utara itu akan lebih bagus lagi untuk penataan lalulintas di wilayah Ciamis.
“Diharapkan dengan berbagai masukan yang kami sampaikan, perubahan lalulintas di Ciamis bisa tercipta lebih baik dari saat ini,” kata Firdaus.
(azh)