Untuk penyelidikan, masinis dirujuk ke RS Bayangkara
Selasa, 23 Oktober 2012 - 21:45 WIB
Untuk penyelidikan, masinis dirujuk ke RS Bayangkara
A
A
A
Sindonews.com - Jasa Raharja menegaskan, masinis Kereta Api Prambanan Ekspress (Prameks) jurusan Solo-Kutoarjo di Sleman, Mulia Taufik dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Sleman.
Kepala Cabang Jasa Raharja Yogyakarta, Q Aeni Syamlawi mengatakan, hal itu dilakukan untuk keperluan penyelidikan.
"Mulia Taufik masinis kereta dan Firman asisten masinis, saat ini dirujuk ke RS Bayangkara, atas permintaan polisi untuk keperluan penyelidikan," kata Syamlawi, kepada wartawan, di Sleman, Selasa (23/10/2012).
Sementara, dari informasi yang dihimpun, Jasa Raharja memastikan, akan menanggung biaya pengobatan 53 korban. Bahkan sampai yang mengalami cacat fisik, akan diberikan santunan.
"33 orang masih dirawat di Panti Rini, satu orang yang bernama Silvia Mona, dirujuk ke JIH (Jogja International Hospital)," ucapnya.
Dia menjelaskan, tiga korban saat ini masih di opname di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, sedangkan 20 lainnya sudah diperbolehkan pulang.
"Tiga orang yang opname terdiri dari Ika Fatmuhan warga condol catur, depok sleman, ELi Endang warga cirebon, dan Asih warga kuningan Jawa Barat.
Kepala Cabang Jasa Raharja Yogyakarta, Q Aeni Syamlawi mengatakan, hal itu dilakukan untuk keperluan penyelidikan.
"Mulia Taufik masinis kereta dan Firman asisten masinis, saat ini dirujuk ke RS Bayangkara, atas permintaan polisi untuk keperluan penyelidikan," kata Syamlawi, kepada wartawan, di Sleman, Selasa (23/10/2012).
Sementara, dari informasi yang dihimpun, Jasa Raharja memastikan, akan menanggung biaya pengobatan 53 korban. Bahkan sampai yang mengalami cacat fisik, akan diberikan santunan.
"33 orang masih dirawat di Panti Rini, satu orang yang bernama Silvia Mona, dirujuk ke JIH (Jogja International Hospital)," ucapnya.
Dia menjelaskan, tiga korban saat ini masih di opname di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, sedangkan 20 lainnya sudah diperbolehkan pulang.
"Tiga orang yang opname terdiri dari Ika Fatmuhan warga condol catur, depok sleman, ELi Endang warga cirebon, dan Asih warga kuningan Jawa Barat.
(maf)