Bogor tak mungkin tambah jam operasional KRL
Senin, 22 Oktober 2012 - 18:44 WIB
Bogor tak mungkin tambah jam operasional KRL
A
A
A
Sindonews.com - Dinas Lalu Lintas Angkutan dan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor tidak akan mengusulkan jam operasional kereta seperti yang dilakukan Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel). Usulan tersebut tidak memungkinkan untuk diterapkan.
"Khawatir menambah masalah baru dalam hal kemacetan. Karena di Kota Bogor banyak pintu perlintasan kereta yang tidak dilengkapi underpass atau fly over, sehingga tidak terlalu mengganggu arus lalu lintas. Sebab pintu perlintasan kereta di Bogor banyak yang menutup badan jalan setiap 10 menit sekali," kata Kepala DLLAJ Kota Bogor Suharto saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Senin (22/10/2012).
Lebih lanjut dia menegaskan, pada prinsipnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendukung setiap upaya PT KA untuk selalu meningkatkan pelayanan bagi penumpang asal Kota Bogor.
"Ya memang penumpang asal Kota Bogor cukup banyak dibanding daerah lain yakni 50.000 hingga 80.000 penumpang per hari. Cukup pelayanan dan kenyamanan penumpang terpenuhi, bagi kita penambahan jam operasional tidak terlalu berpengaruh," paparnya.
Namun pihaknya menekankan, sebaiknya PT KAI serius menindaklanjuti memorandum of understanding (MoU) terkait pembangunan stasiun baru di Kelurahan Sukaresmi, Tanah Sareal, Kota Bogor, yang belum lama ini ditandatangani.
"Karena dengan adanya stasiun baru tersebut, secara tidak langsung mengurangi beban penumpang di Stasiun Bogor yang berdampak pada arus lalu lintas di pusat kota," katanya.
"Khawatir menambah masalah baru dalam hal kemacetan. Karena di Kota Bogor banyak pintu perlintasan kereta yang tidak dilengkapi underpass atau fly over, sehingga tidak terlalu mengganggu arus lalu lintas. Sebab pintu perlintasan kereta di Bogor banyak yang menutup badan jalan setiap 10 menit sekali," kata Kepala DLLAJ Kota Bogor Suharto saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Senin (22/10/2012).
Lebih lanjut dia menegaskan, pada prinsipnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendukung setiap upaya PT KA untuk selalu meningkatkan pelayanan bagi penumpang asal Kota Bogor.
"Ya memang penumpang asal Kota Bogor cukup banyak dibanding daerah lain yakni 50.000 hingga 80.000 penumpang per hari. Cukup pelayanan dan kenyamanan penumpang terpenuhi, bagi kita penambahan jam operasional tidak terlalu berpengaruh," paparnya.
Namun pihaknya menekankan, sebaiknya PT KAI serius menindaklanjuti memorandum of understanding (MoU) terkait pembangunan stasiun baru di Kelurahan Sukaresmi, Tanah Sareal, Kota Bogor, yang belum lama ini ditandatangani.
"Karena dengan adanya stasiun baru tersebut, secara tidak langsung mengurangi beban penumpang di Stasiun Bogor yang berdampak pada arus lalu lintas di pusat kota," katanya.
(mhd)