Rumah petinggi Partai Aceh digranat
Senin, 22 Oktober 2012 - 14:36 WIB
Rumah petinggi Partai Aceh digranat
A
A
A
Sindonews.com - Rumah salah seorang petinggi Partai Aceh Kamaruddin Abubakar dilempar granat oleh orang tidak dikenal dini hari tadi. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Pelemparan tersebut terjadi pada Senin (22/10/2012) sekira pukul 03.00 WIB. Akibatnya, kaca rumah Kamaruddin pecah dan berhamburan keluar, selain itu meja dan kursi milik korban juga ikut rusak.
Kepada wartawan, mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka itu menegaskan jika saat ini dirinya telah mengirimkan rekaman CCTV kepada pihak kepolisian. Sementara anak Kamaruddin, saat ini masih berusaha menenangkan diri.
"Setelah saya lihat rekaman CCTV, pelaku naik motor dua orang. Curiga saya, ada yang melindungi naik mobil di jalan utama, dengan membawa laras senjata api laras panjang," katanya di Aceh, Senin (22/10/2012).
Menurutnya kejadian itu berawal saat dirinya bersama keluarga masih terlelap tidur. Namun, setelah mendengar suara ledakan, dirinya langsung keluar untuk menyelamatkan diri.
Kasus itu sendiri saat ini ditangani Polresta Banda Aceh. Polisi sudah memasang police line di tempat kejadian perkara. Untuk pendalaman kasus polisi membawa barang bukti ledakan dan rekaman CCTV.
Pelemparan tersebut terjadi pada Senin (22/10/2012) sekira pukul 03.00 WIB. Akibatnya, kaca rumah Kamaruddin pecah dan berhamburan keluar, selain itu meja dan kursi milik korban juga ikut rusak.
Kepada wartawan, mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka itu menegaskan jika saat ini dirinya telah mengirimkan rekaman CCTV kepada pihak kepolisian. Sementara anak Kamaruddin, saat ini masih berusaha menenangkan diri.
"Setelah saya lihat rekaman CCTV, pelaku naik motor dua orang. Curiga saya, ada yang melindungi naik mobil di jalan utama, dengan membawa laras senjata api laras panjang," katanya di Aceh, Senin (22/10/2012).
Menurutnya kejadian itu berawal saat dirinya bersama keluarga masih terlelap tidur. Namun, setelah mendengar suara ledakan, dirinya langsung keluar untuk menyelamatkan diri.
Kasus itu sendiri saat ini ditangani Polresta Banda Aceh. Polisi sudah memasang police line di tempat kejadian perkara. Untuk pendalaman kasus polisi membawa barang bukti ledakan dan rekaman CCTV.
(lil)