Jelang musim hujan, Depok siaga banjir
Minggu, 21 Oktober 2012 - 14:07 WIB
Jelang musim hujan, Depok siaga banjir
A
A
A
Sindonews.com - Wilayah penyangga Ibu Kota Jakarta, seperti Depok dan Bogor, selalu dicap menjadi pembawa banjir kiriman setiap musim hujan. Sebab Depok dan Bogor memang berada di wilayah hulu sedangkan Jakarta berada di hilir.
Memasuki musim penghujan, warga Depok mulai mengeluhkan genangan air yang biasanya sering terjadi. Untuk mengantisipasi genangan-genangan air tersebut, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Bimasda) Kota Depok telah mempersiapkan perbaikan-perbaikan drainase yang menghambat jalannya air dan juga pembentukan satuan tugas banjir.
Satuan petugas banjir ini dibentuk mengingat saat ini di Kota Depok masih mempunyai 33 titik rawan banjir yang tersebar di 11 kecamatan.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok Enco Kuryasa mengatakan, terdapat 100 satuan tugas banjir yang akan siap mengantisipasi adanya genangan air dengan memperbaiki saluran air dan membersihkan sampah.
Enco juga menambahkan, penataan dan perbaikan drainase sudah dilakukan di beberapa lokasi.
"Sudah dipersiapkan juga empat buah alat biopori untuk mengantisipasi genangan air, intinya kami siaga, jika ada warga yang mengeluh, satgas banjir kami siap memberikan pelayanan. Mereka dapat menghubungi kami ke nomor Posko Banjir yakni 021-71212161," kata Enco, di Depok, Minggu (21/10/2012).
Posko banjir yang disiapkan tersebut, menurutnya, siap melayani masyarakat selama 24 jam. Para satgas yang disiapkan itu, akan bertugas memantau seluruh wilayah dan akan memperbaiki saluran air yang tersumbat serta membersihkan sampah di kali-kali.
Mengantisipasi genangan air yang disebabkan oleh hujan, Bimasda Kota Depok telah membersihkan sampah-sampah yang menumpuk di kali. Pembersihan sampah di kali ini dilakukan, karena sampah yang menumpuk menjadi penyebab adanya genangan air.
"Kurangnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di kali. Banyak masyarakat yang kurang sadar buang sampah sembarangan, termasuk di kali, saluran air yang berubah fungsi memicu genangan air seperti saluran irigasi pertanian menjadi perkotaan," ungkapnya.
Sebelumnya Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail meminta Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk menambah anggaran bagi kota-kota penyangga Ibu Kota. Salah satunya penanganan banjir dalam penanganan situ-situ yang dekat dan berbatasan dengan Jakarta.
"Salah satunya situ Pedongkelan, sudah rawan jebol dindingnya. Padahal itu nempel dengan Jakarta Timur. Anggarannya harus ditambah agar situnya dipercantik," pungkasnya.
Memasuki musim penghujan, warga Depok mulai mengeluhkan genangan air yang biasanya sering terjadi. Untuk mengantisipasi genangan-genangan air tersebut, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Bimasda) Kota Depok telah mempersiapkan perbaikan-perbaikan drainase yang menghambat jalannya air dan juga pembentukan satuan tugas banjir.
Satuan petugas banjir ini dibentuk mengingat saat ini di Kota Depok masih mempunyai 33 titik rawan banjir yang tersebar di 11 kecamatan.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok Enco Kuryasa mengatakan, terdapat 100 satuan tugas banjir yang akan siap mengantisipasi adanya genangan air dengan memperbaiki saluran air dan membersihkan sampah.
Enco juga menambahkan, penataan dan perbaikan drainase sudah dilakukan di beberapa lokasi.
"Sudah dipersiapkan juga empat buah alat biopori untuk mengantisipasi genangan air, intinya kami siaga, jika ada warga yang mengeluh, satgas banjir kami siap memberikan pelayanan. Mereka dapat menghubungi kami ke nomor Posko Banjir yakni 021-71212161," kata Enco, di Depok, Minggu (21/10/2012).
Posko banjir yang disiapkan tersebut, menurutnya, siap melayani masyarakat selama 24 jam. Para satgas yang disiapkan itu, akan bertugas memantau seluruh wilayah dan akan memperbaiki saluran air yang tersumbat serta membersihkan sampah di kali-kali.
Mengantisipasi genangan air yang disebabkan oleh hujan, Bimasda Kota Depok telah membersihkan sampah-sampah yang menumpuk di kali. Pembersihan sampah di kali ini dilakukan, karena sampah yang menumpuk menjadi penyebab adanya genangan air.
"Kurangnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di kali. Banyak masyarakat yang kurang sadar buang sampah sembarangan, termasuk di kali, saluran air yang berubah fungsi memicu genangan air seperti saluran irigasi pertanian menjadi perkotaan," ungkapnya.
Sebelumnya Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail meminta Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk menambah anggaran bagi kota-kota penyangga Ibu Kota. Salah satunya penanganan banjir dalam penanganan situ-situ yang dekat dan berbatasan dengan Jakarta.
"Salah satunya situ Pedongkelan, sudah rawan jebol dindingnya. Padahal itu nempel dengan Jakarta Timur. Anggarannya harus ditambah agar situnya dipercantik," pungkasnya.
(mhd)