Sentolo, wajah baru Kulonprogo
Sabtu, 20 Oktober 2012 - 22:08 WIB
Sentolo, wajah baru Kulonprogo
A
A
A
Sindonews.com - Kiblat Kabupaten Kulonprogo tidak lagi berada di wilayah Wates. Tak lama lagi, kiblat daerah paling barat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini akan beralih ke wilayah Sentolo. Beberapa proyek besar menunggu direalisaikan di daerah itu.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan, megaproyek pasir besi, pelabuhan ikan serta bandara internasional membuat Sentolo akan menjadi pintu gerbang untuk memasuki Kulonprogo. "Daerah ini akan menjadi wajah baru Kulonprogo," kata Hasto, Sabtu (20/10/2012).
Merespon tiga megaproyek itu, pemkab berencana membangun RSUD tipe D, pasar percontohan dan taman. Rumah sakit sekaligus akan bersebelahan dengan Autis Center yang rencananya dibangun di lokasi yang sama.
RSUD dibangun untuk melayani masyarakat Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo serta Nanggulan yang berada di wilayah utara, sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah tersebut semakin mudah diakses, dan lebih merata.
"Jarak antara Sentolo dengan Kota Yogyakarta cukup dekat, hanya butuh waktu 30 menit. Sehingga akan lebih mudah untuk mendatangkan dokter-dokter ahli yang berada di Yogyakarta," tandasnya.
Selain RSUD, pemkab juga akan memindahkan pasar Sentolo, ke lokasi pasar percontohan di Desa Salamrejo, Sentolo. “Kita akan pindahkan pasar Sentolo ke pasar percontohan yang lebih besar, lebih tertata rapi dan lebih bagus di pinggir jalan nasional," jelasnya.
"Pasar yang saat ini ditempati akan dijadikan taman kota bagi warga Sentolo. Dengan demikian ke depan Sentolo akan menjadi tempat hunian yang paling dicari karena berbagai kemudahan yang dimiliki," tandasnya.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan, megaproyek pasir besi, pelabuhan ikan serta bandara internasional membuat Sentolo akan menjadi pintu gerbang untuk memasuki Kulonprogo. "Daerah ini akan menjadi wajah baru Kulonprogo," kata Hasto, Sabtu (20/10/2012).
Merespon tiga megaproyek itu, pemkab berencana membangun RSUD tipe D, pasar percontohan dan taman. Rumah sakit sekaligus akan bersebelahan dengan Autis Center yang rencananya dibangun di lokasi yang sama.
RSUD dibangun untuk melayani masyarakat Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo serta Nanggulan yang berada di wilayah utara, sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah tersebut semakin mudah diakses, dan lebih merata.
"Jarak antara Sentolo dengan Kota Yogyakarta cukup dekat, hanya butuh waktu 30 menit. Sehingga akan lebih mudah untuk mendatangkan dokter-dokter ahli yang berada di Yogyakarta," tandasnya.
Selain RSUD, pemkab juga akan memindahkan pasar Sentolo, ke lokasi pasar percontohan di Desa Salamrejo, Sentolo. “Kita akan pindahkan pasar Sentolo ke pasar percontohan yang lebih besar, lebih tertata rapi dan lebih bagus di pinggir jalan nasional," jelasnya.
"Pasar yang saat ini ditempati akan dijadikan taman kota bagi warga Sentolo. Dengan demikian ke depan Sentolo akan menjadi tempat hunian yang paling dicari karena berbagai kemudahan yang dimiliki," tandasnya.
(azh)