Warga Kali Uda tolak kehadiran PT MTT Maize
Sabtu, 20 Oktober 2012 - 21:38 WIB
Warga Kali Uda tolak kehadiran PT MTT Maize
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan warga Desa Kali Uda, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) menolak kehadiran investor PT NTT Maize. Warga menilai kehadiran perusahaan itu justru bukan membawa kesejahteraan, malah warga menuding perusahaan tersebut malah mengambil padang pengembalaan ternak.
Penolakan itu ditandai aksi demonstrasi warga. Warga mendatangi base camp dan lahan yang sedianya akan dipakai perusahaan mengembangkan usaha budidaya jagung.
Menurut Mansyur Umbu Lakar (62), selaku koordinator aksi penolakan warga ini merupakan aksi yang kedua. Setelah aksi yang pertama 17 Oktober lalu tidak disikapi serius oleh perusahaan.
”Kami kembali datang demo karena Perusahaan ini akan menjadikan padang pengembalaan ternak menjadi lahan perkebunan jagung. Padahal padang itu telah turun temurun kami jadikan tempat kami mengembalakan ternak juga disana ada tempat sembayang para leluhur kami,” ungkap Mansyur menjelaskan kepada wartawan, Sabtu (20/10/2012).
Lebih lanjut dijelaskan Mansyur, pemerintah dan perusahaan terkesan tidak menghargai warga. Karena kehadiran perusahan dan elemen pemerintah terkait tidak melalui sosialisasi yang optimal dengan masyarakat Kali Uda.
“Masa hanya bertemu sekali, dan belum ada kesepakatan dengan warga langsung main patok dan traktor. Kalau sampai terus dibiarkan kami bisa diinjak-injak, karena sekitar 4.000 ternak sapi, kuda dan kerbau milik warga yang menggantungkan sumber pakan dari lokasi padang pengembalaan,” urainya.
Adapun dalam aksi demo yang mendapat pengawalan dari aparat polisi dan TNI itu, warga memberikan deadline waktu empat hari kepada perusahaan untuk mengosongkan lahan. Jika tidak, warga akan kembali dengan kekuatan yang lebih besar sekaligus akan menduduki lokasi.
Penolakan itu ditandai aksi demonstrasi warga. Warga mendatangi base camp dan lahan yang sedianya akan dipakai perusahaan mengembangkan usaha budidaya jagung.
Menurut Mansyur Umbu Lakar (62), selaku koordinator aksi penolakan warga ini merupakan aksi yang kedua. Setelah aksi yang pertama 17 Oktober lalu tidak disikapi serius oleh perusahaan.
”Kami kembali datang demo karena Perusahaan ini akan menjadikan padang pengembalaan ternak menjadi lahan perkebunan jagung. Padahal padang itu telah turun temurun kami jadikan tempat kami mengembalakan ternak juga disana ada tempat sembayang para leluhur kami,” ungkap Mansyur menjelaskan kepada wartawan, Sabtu (20/10/2012).
Lebih lanjut dijelaskan Mansyur, pemerintah dan perusahaan terkesan tidak menghargai warga. Karena kehadiran perusahan dan elemen pemerintah terkait tidak melalui sosialisasi yang optimal dengan masyarakat Kali Uda.
“Masa hanya bertemu sekali, dan belum ada kesepakatan dengan warga langsung main patok dan traktor. Kalau sampai terus dibiarkan kami bisa diinjak-injak, karena sekitar 4.000 ternak sapi, kuda dan kerbau milik warga yang menggantungkan sumber pakan dari lokasi padang pengembalaan,” urainya.
Adapun dalam aksi demo yang mendapat pengawalan dari aparat polisi dan TNI itu, warga memberikan deadline waktu empat hari kepada perusahaan untuk mengosongkan lahan. Jika tidak, warga akan kembali dengan kekuatan yang lebih besar sekaligus akan menduduki lokasi.
(azh)