Mobil Esemka Jokowi didesain angkut beras
Sabtu, 20 Oktober 2012 - 00:19 WIB
Mobil Esemka Jokowi didesain angkut beras
A
A
A
Sindonews.com - PT Solo Manufaktur Kreasi selaku perusahaan pemegang merek mobil Esemka menyiapkan sebuah mobil dinas untuk Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Rencananya, mobil tersebut didesain mampu membawa muatan beras ratusan kilogram.
“Secara mendetail memang belum terdesain di atas kertas. Nama mobilnya juga belum, sebut saja mobil Esemka gubernuran," kata teknisi mobil Esemka, Dwi Budi Martono di Solo, Jumat (19/10/2012).
Namun, lanjutnya, para teknisi sudah memiliki konsep besar, yakni memaksimalkan muatan di dalam mobi. Untuk konsep yang pertama, mobil yang diadopsi dari Esemka Rajawali yang berisi tujuh tempat duduk, nantinya hanya dipasang lima atau empat seat saja. Dua seat di belakang dihilangkan supaya muat diisi beras.
Karakteristik Jokowi sebagai pengguna perdana mobil gubernuran menjadi modal awal merancang mobil tersebut. Saat menjabat wali Kota Solo, Jokowi sengaja mengosongkan bagasi mobil dinasnya guna memaksimalkan muatan beras dalam kemasan 5 kiloan.
Itu pun masih tidak cukup, karena muatan mencapai ratusan kilo itu meluber hingga ke lambung mobil Toyota Camry keluaran 2002 miliknya saat itu. Oleh Jokowi, beras-beras itu diberikan cuma-cuma kepada warga di berbagai kesempatan dirinya ke lapangan.
Untuk merealisasikannya, rancangan nobil Jokowi tak beda jauh dengan mobil Esemka Rajawali dan Bima yang telah mengantongi sertifikat register uji tipe kendaraan bermotor. Namun, ia tak memungkiri mobil Esemka gubernuran butuh berproses seperti tipe pendahulunya.
"Karena ini tipe baru, tentu butuh serangkaian uji laik jalan. Bodi mobil benar-benar akan berbeda, serta power yang lebih besar dari Esemka SUV Rajawali. Minimal 2.200 cc," kata dia.
“Secara mendetail memang belum terdesain di atas kertas. Nama mobilnya juga belum, sebut saja mobil Esemka gubernuran," kata teknisi mobil Esemka, Dwi Budi Martono di Solo, Jumat (19/10/2012).
Namun, lanjutnya, para teknisi sudah memiliki konsep besar, yakni memaksimalkan muatan di dalam mobi. Untuk konsep yang pertama, mobil yang diadopsi dari Esemka Rajawali yang berisi tujuh tempat duduk, nantinya hanya dipasang lima atau empat seat saja. Dua seat di belakang dihilangkan supaya muat diisi beras.
Karakteristik Jokowi sebagai pengguna perdana mobil gubernuran menjadi modal awal merancang mobil tersebut. Saat menjabat wali Kota Solo, Jokowi sengaja mengosongkan bagasi mobil dinasnya guna memaksimalkan muatan beras dalam kemasan 5 kiloan.
Itu pun masih tidak cukup, karena muatan mencapai ratusan kilo itu meluber hingga ke lambung mobil Toyota Camry keluaran 2002 miliknya saat itu. Oleh Jokowi, beras-beras itu diberikan cuma-cuma kepada warga di berbagai kesempatan dirinya ke lapangan.
Untuk merealisasikannya, rancangan nobil Jokowi tak beda jauh dengan mobil Esemka Rajawali dan Bima yang telah mengantongi sertifikat register uji tipe kendaraan bermotor. Namun, ia tak memungkiri mobil Esemka gubernuran butuh berproses seperti tipe pendahulunya.
"Karena ini tipe baru, tentu butuh serangkaian uji laik jalan. Bodi mobil benar-benar akan berbeda, serta power yang lebih besar dari Esemka SUV Rajawali. Minimal 2.200 cc," kata dia.
(ysw)