Bocah tewas di dalam kotak perkakas
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 18:52 WIB
Bocah tewas di dalam kotak perkakas
A
A
A
Sindonews.com - Mengenaskan, Fauzi (4), yang dinyatakan hilang pada Kamis 18 Oktober 2012, hari ini ditemukan tewas di dalam kotak perkakas yang tersimpan dekat rumahnya.
Polisi belum mengetahui penyebab kamatian bocah tersebut. Namun, diduga anak kedua dari dua bersaudara ini tewas karena dibunuh.
Kapolsek Kasemen AKP Hidayat Iwan Irawan mengatakan, diduga korban kehabisan oksigen dan dari tubuh korban terdapat luka lebam di sekitar leher.
“Korban telah meninggal pada Kamis 18 Oktober. Kondisi mayat juga sudah sedikit lembab, dan korban juga diduga mati karena dicekik,” terangnya, di Kota Serang, Jumat (19/10/2012).
Untuk lebih jelasnya, dia masih menunggu hasil otopsi dari dokter forensik dan pihaknya berupaya untuk mengungkap kasus dugaan pembunuhan ini.
“Ada lima orang saksi, umumnya adalah keluarga korban, kami juga belum mendapatkan gambaran untuk bisa menangkap pelaku," ungkapnya.
Seperti diketahui, awalnya Fauzi dinyatakan hilang pada Kamis 18 Oktober, sekira Pukul 09.00 WIB. Keluarga bersama warga setempat, sempat mencari korban, namun Fauzi tidak ditemukan.
Setelah satu hari menghilang, sekira pukul 08.00 WIB, korban ditemukan oleh Dedeh (37), warga setempat.
Dari keterangan Dedeh, waktu itu dirinya akan mandi dan buang air besar. Secara tidak sengaja, dia melihat kaki korban keluar dari kotak kayu.
Benda berukuran 60 sentimeter kali 70 sentimeter, dengan tinggi 30 sentimeter ini tersimpan dia tas sumur yang telah ditutup dengan coran semen.
Saat saksi membukanya, langsung terkejut, karena dalam kotak perkakas itu ditemukan mayat Fauzi dalam kondisi terlentang.
Penemuan mayat itu kemudian dilaporkan kepada warga setempat ke Mapolsek Kasemen. Polisi dari Polsek Kaseman dan petugas identifikasi dari Polres Serang langsung datang ke lokasi kejadian dan mengidentifikasi korban.
Setelah itu, mayat korban dibawa ke Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Serang untuk dilakukan otopsi.
Polisi belum mengetahui penyebab kamatian bocah tersebut. Namun, diduga anak kedua dari dua bersaudara ini tewas karena dibunuh.
Kapolsek Kasemen AKP Hidayat Iwan Irawan mengatakan, diduga korban kehabisan oksigen dan dari tubuh korban terdapat luka lebam di sekitar leher.
“Korban telah meninggal pada Kamis 18 Oktober. Kondisi mayat juga sudah sedikit lembab, dan korban juga diduga mati karena dicekik,” terangnya, di Kota Serang, Jumat (19/10/2012).
Untuk lebih jelasnya, dia masih menunggu hasil otopsi dari dokter forensik dan pihaknya berupaya untuk mengungkap kasus dugaan pembunuhan ini.
“Ada lima orang saksi, umumnya adalah keluarga korban, kami juga belum mendapatkan gambaran untuk bisa menangkap pelaku," ungkapnya.
Seperti diketahui, awalnya Fauzi dinyatakan hilang pada Kamis 18 Oktober, sekira Pukul 09.00 WIB. Keluarga bersama warga setempat, sempat mencari korban, namun Fauzi tidak ditemukan.
Setelah satu hari menghilang, sekira pukul 08.00 WIB, korban ditemukan oleh Dedeh (37), warga setempat.
Dari keterangan Dedeh, waktu itu dirinya akan mandi dan buang air besar. Secara tidak sengaja, dia melihat kaki korban keluar dari kotak kayu.
Benda berukuran 60 sentimeter kali 70 sentimeter, dengan tinggi 30 sentimeter ini tersimpan dia tas sumur yang telah ditutup dengan coran semen.
Saat saksi membukanya, langsung terkejut, karena dalam kotak perkakas itu ditemukan mayat Fauzi dalam kondisi terlentang.
Penemuan mayat itu kemudian dilaporkan kepada warga setempat ke Mapolsek Kasemen. Polisi dari Polsek Kaseman dan petugas identifikasi dari Polres Serang langsung datang ke lokasi kejadian dan mengidentifikasi korban.
Setelah itu, mayat korban dibawa ke Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Serang untuk dilakukan otopsi.
(maf)