21 rumah terancam longsor
Kamis, 18 Oktober 2012 - 22:18 WIB
21 rumah terancam longsor
A
A
A
Sindonews.com – Sebanyak 21 rumah di Kampung Jungkeuyang RT03 RW22, Kelurahan Margawati, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut terancam terbawa longsor. Puluhan rumah yang dihuni 53 kepala keluarga (KK) ini terletak di atas tebing.
Saat ini, tanah tebing tempat puluhan rumah warga ini berdiri telah mengalami retak-retak. Tidak hanya itu, Jalan Kampung Jungkeuyang yang sempat dibeton beberapa waktu lalu pun ikut retak.
“Kami ingin pemerintah cepat tanggap mengantisipasinya. Apakah itu direlokasi atau bagaimana, pokoknya setiap langkah apapun yang diambil pemerintah akan diterima warga,” kata Ketua RW 22 Kampung Jungkeuyang Odin Hidayat (42) saat ditemui di rumahnya, Kamis (18/10/2012).
Menurut Odin, pemerintah setingkat kelurahan telah melakukan survei dan pengecekan ke kampungnya. Namun, Odin mengaku dirinya belum mengetahui keputusan dari pemerintah terkait antisipasi ancaman longsor ini.
Dari ke-21 rumah yang terancam, kondisi paling parah terdapat pada rumah milik Engkun (60). Pasalnya, retakan pada sebagian badan Jalan Kampung Jungkeuyang memanjang hingga bagian bawah rumah panggung berukuran 8x6 meter tersebut.
Ia pun berinisiatif untuk mengosongkan rumah dan pindah ke lokasi yang lebih aman. Sebidang tanah kebun seluas 10 tumbak milik Engkun yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi itu, akan digunakan untuk membangun rumah panggung baru sudah disiapkan.
Danramil 1101 Garut Kota Kapten Harpando mengatakan, pihaknya siap membantu warga dalam meminimalisir bencana longsor di wilayah Kecamatan Garut Kota. Ia menyatakan, anggota Koramil Garut Kota telah disiagakan untuk membantu proses relokasi Engkun dan keluarganya ke lokasi yang baru.
“Kami dan muspika di sini sudah melakukan survei ke lokasi. Dari hasil pengecekan, rumah yang ditempati Engkun dan keluarganya memang sudah tidak layak huni bila dilihat dari alasan keselamatan,” katanya.
Terpisah, Bupati Garut Aceng HM Fikri mengatakan, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut telah menganggarkan dana untuk penanggulangan bencana sebesar Rp5 miliar. Dana tersebut, terang Aceng, siap dialokasikan kapan saja bila terjadi bencana.
Saat ini, tanah tebing tempat puluhan rumah warga ini berdiri telah mengalami retak-retak. Tidak hanya itu, Jalan Kampung Jungkeuyang yang sempat dibeton beberapa waktu lalu pun ikut retak.
“Kami ingin pemerintah cepat tanggap mengantisipasinya. Apakah itu direlokasi atau bagaimana, pokoknya setiap langkah apapun yang diambil pemerintah akan diterima warga,” kata Ketua RW 22 Kampung Jungkeuyang Odin Hidayat (42) saat ditemui di rumahnya, Kamis (18/10/2012).
Menurut Odin, pemerintah setingkat kelurahan telah melakukan survei dan pengecekan ke kampungnya. Namun, Odin mengaku dirinya belum mengetahui keputusan dari pemerintah terkait antisipasi ancaman longsor ini.
Dari ke-21 rumah yang terancam, kondisi paling parah terdapat pada rumah milik Engkun (60). Pasalnya, retakan pada sebagian badan Jalan Kampung Jungkeuyang memanjang hingga bagian bawah rumah panggung berukuran 8x6 meter tersebut.
Ia pun berinisiatif untuk mengosongkan rumah dan pindah ke lokasi yang lebih aman. Sebidang tanah kebun seluas 10 tumbak milik Engkun yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi itu, akan digunakan untuk membangun rumah panggung baru sudah disiapkan.
Danramil 1101 Garut Kota Kapten Harpando mengatakan, pihaknya siap membantu warga dalam meminimalisir bencana longsor di wilayah Kecamatan Garut Kota. Ia menyatakan, anggota Koramil Garut Kota telah disiagakan untuk membantu proses relokasi Engkun dan keluarganya ke lokasi yang baru.
“Kami dan muspika di sini sudah melakukan survei ke lokasi. Dari hasil pengecekan, rumah yang ditempati Engkun dan keluarganya memang sudah tidak layak huni bila dilihat dari alasan keselamatan,” katanya.
Terpisah, Bupati Garut Aceng HM Fikri mengatakan, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut telah menganggarkan dana untuk penanggulangan bencana sebesar Rp5 miliar. Dana tersebut, terang Aceng, siap dialokasikan kapan saja bila terjadi bencana.
(ysw)