2 anggotanya tewas, polisi dalami keterkaitan JAT
Kamis, 18 Oktober 2012 - 15:09 WIB
2 anggotanya tewas, polisi dalami keterkaitan JAT
A
A
A
Sindonews.com - Badan Intelijen Nasional (BIN) belum memastikan keterkaitan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) dalam tewasnya dua anggota polisi di Poso.
Kepala Biro Penerangan Umum (Karopenmas) Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, Polri masih mendalami unsur keterkaitan JAT dan mengumpulkan barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.
"Kita akan dalami lebih lanjut dari intelijen, informasi pendalaman apa yang disampaikan itu penting, Kita lakukan pendalaman lebih lanjut terhadap kelompok-kelompok yang dicurigai. Termasuk yang ikut pelatihan teror," kata Boy Rafli, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (18/10/2012).
Dia mengakui, lokasi tewasnya dua anggotanya itu berada di sebuah kamp yang selama ini dikenal sebagai tempat latihan pelaku teror.
"Ada beberapa kawasan (lokasi pelatihan teror). Kondisinya sangat sulit dijangkau, terdapat di sebuah hutan lindung. Bahkan untuk bisa sampai ke lokasi harus berjalan kaki berjam-jam. Tetapi sekali lagi, kami masih dalami terus informasi itu," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, dua perwira polisi yang dinyatakan hilang sejak 8 oktober 2012, di Poso, Sulawesi Tengah, yakni Briptu Andi Sapa dan Brigadir Sudirman akhirnya ditemukan.
Namun nahas, saat ditemukan di lembah hitam, sekitar wilayah Dusun Tamanjeka dan Dusun Uweralulu, kedua anggota Polri itu sudah tak bernyawa.
Saat ditemukan, pada Selasa 16 Oktober 2012, keduanya ditemukan terkubur di sebuah tempat, di dalam hutan, sekira 15 meter dari jalan setapak di sekitar wilayah Dusun Tamanjeka dan Uweralulu, Kecamatan Poso Pesisir.
Tempat penemuan kuburan kedua anggota polisi itu, berjarak sekira tiga hingga empat kilomter dari Jalan Poros Trans Sulawesi, di Desa Lape.
Penemuan jenazah kedua anggota polisi itu, berawal dari penemuan sebuah helm disekitar lokasi oleh personel TNI dari Kompi B Morowali Batalyon 714 Sintuwu Marosso Poso.
Kecurigaan personel TNI itu, semakin bertambah saat melihat ada galian baru disekitar tempat bekas sensoran.
Kepala Biro Penerangan Umum (Karopenmas) Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, Polri masih mendalami unsur keterkaitan JAT dan mengumpulkan barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.
"Kita akan dalami lebih lanjut dari intelijen, informasi pendalaman apa yang disampaikan itu penting, Kita lakukan pendalaman lebih lanjut terhadap kelompok-kelompok yang dicurigai. Termasuk yang ikut pelatihan teror," kata Boy Rafli, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (18/10/2012).
Dia mengakui, lokasi tewasnya dua anggotanya itu berada di sebuah kamp yang selama ini dikenal sebagai tempat latihan pelaku teror.
"Ada beberapa kawasan (lokasi pelatihan teror). Kondisinya sangat sulit dijangkau, terdapat di sebuah hutan lindung. Bahkan untuk bisa sampai ke lokasi harus berjalan kaki berjam-jam. Tetapi sekali lagi, kami masih dalami terus informasi itu," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, dua perwira polisi yang dinyatakan hilang sejak 8 oktober 2012, di Poso, Sulawesi Tengah, yakni Briptu Andi Sapa dan Brigadir Sudirman akhirnya ditemukan.
Namun nahas, saat ditemukan di lembah hitam, sekitar wilayah Dusun Tamanjeka dan Dusun Uweralulu, kedua anggota Polri itu sudah tak bernyawa.
Saat ditemukan, pada Selasa 16 Oktober 2012, keduanya ditemukan terkubur di sebuah tempat, di dalam hutan, sekira 15 meter dari jalan setapak di sekitar wilayah Dusun Tamanjeka dan Uweralulu, Kecamatan Poso Pesisir.
Tempat penemuan kuburan kedua anggota polisi itu, berjarak sekira tiga hingga empat kilomter dari Jalan Poros Trans Sulawesi, di Desa Lape.
Penemuan jenazah kedua anggota polisi itu, berawal dari penemuan sebuah helm disekitar lokasi oleh personel TNI dari Kompi B Morowali Batalyon 714 Sintuwu Marosso Poso.
Kecurigaan personel TNI itu, semakin bertambah saat melihat ada galian baru disekitar tempat bekas sensoran.
(maf)