Dua rumah rata diterjang longsor
Rabu, 17 Oktober 2012 - 21:43 WIB
Dua rumah rata diterjang longsor
A
A
A
Sindonews.com - Dua rumah di Kampung Cikangkung RT01 RW02, Desa Sukamaju, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut rusak berat diterjang longsor. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu (17/10/2012) pagi, saat penghuni rumah baru bangun tidur. Dua keluarga yang mendiami rumah tersebut, yakni keluarga Nandang (36) dan Iyan (30) berhasil menyelamatkan diri.
Camat Cilawu, Lilis Neti, menyebutkan, jumlah dari dua keluarga ini sebanyak tujuh jiwa.
"Longsor berasal dari tebing di belakang kedua rumah tersebut. Di atas tebing itu ada sawah. Selasa sore dan malam memang turun hujan deras. Karena tanahnya bergeser, akhirnya dua rumah itu tergerus pada dini hari," kata Camat Cilawu Lilis saat dihubungi di Garut, Rabu (17/10/2012).
Menurut Lilis, ketujuh penghuni dua rumah tersebut berhasil menyelamatkan diri. "Alhamdulillah, tidak ada korban luka atau korban jiwa dalam longsor itu. Saat ini dua keluarga petani itu masih mengungsi di rumah tetangganya karena khawatir akan terjadi longsor susulan," ujarnya.
Terpisah, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Ruslan mengatakan selain di Cilawu, pergerakan tanah pada juga terjadi di Kampung Jangkeuyang, Desa Margawati, Kecamatan Garut Kota.
Di Kampung Jangkeuyang, kata Ruslan, sebanyak lima rumah terancam rusak akibat pergerakan tanah atau longsor. Satu rumah di antaranya telah miring. Lima keluarga penghuni lima rumah ini telah diimbau untuk mengungsi.
BPBD Kabupaten Garut, tuturnya, telah melakukan survey dan berencana merelokasi lima rumah tersebut. Sebab, kondisi tanah di kawasan perbukitan akan sangat mengkhawatirkan jika diguyur hujan.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu (17/10/2012) pagi, saat penghuni rumah baru bangun tidur. Dua keluarga yang mendiami rumah tersebut, yakni keluarga Nandang (36) dan Iyan (30) berhasil menyelamatkan diri.
Camat Cilawu, Lilis Neti, menyebutkan, jumlah dari dua keluarga ini sebanyak tujuh jiwa.
"Longsor berasal dari tebing di belakang kedua rumah tersebut. Di atas tebing itu ada sawah. Selasa sore dan malam memang turun hujan deras. Karena tanahnya bergeser, akhirnya dua rumah itu tergerus pada dini hari," kata Camat Cilawu Lilis saat dihubungi di Garut, Rabu (17/10/2012).
Menurut Lilis, ketujuh penghuni dua rumah tersebut berhasil menyelamatkan diri. "Alhamdulillah, tidak ada korban luka atau korban jiwa dalam longsor itu. Saat ini dua keluarga petani itu masih mengungsi di rumah tetangganya karena khawatir akan terjadi longsor susulan," ujarnya.
Terpisah, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Ruslan mengatakan selain di Cilawu, pergerakan tanah pada juga terjadi di Kampung Jangkeuyang, Desa Margawati, Kecamatan Garut Kota.
Di Kampung Jangkeuyang, kata Ruslan, sebanyak lima rumah terancam rusak akibat pergerakan tanah atau longsor. Satu rumah di antaranya telah miring. Lima keluarga penghuni lima rumah ini telah diimbau untuk mengungsi.
BPBD Kabupaten Garut, tuturnya, telah melakukan survey dan berencana merelokasi lima rumah tersebut. Sebab, kondisi tanah di kawasan perbukitan akan sangat mengkhawatirkan jika diguyur hujan.
(ysw)