Setengah ton BBM selundupan diamankan
Rabu, 17 Oktober 2012 - 14:43 WIB
Setengah ton BBM selundupan diamankan
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan liter Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang hendak dibawa bertransaksi di perbatasan Wini-Sakato, berhasil digagalkan oleh anggota Intel Kodim 1618 Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Modus ini tercium aparat setelah melalui pengintaian beberapa hari terkahir, anggota TNI yang sudah mencurigai langsung menyita 12 jeriken ukuran 35 liter bersama BBM jenis premium dalam mobil angkot.
“Saat diinterogasi, sopir dan kendektur mengaku hanya menerima titipan dari seseorang di Wini atas nama Sole,” ungkap Intel Kodim 1618 TTU di Kefamenanu Kopral Kepala Yohanes Cornelis Tade, Rabu, (17/10/2012).
Cornelis mengatakan usai mendata jumlah Bahan bakar Minyak (BBM) yang disita, sopir dan angkot itu dibiarkan pergi, sementara BBM jenis premium itu diamankan di Makodim 1618 TTU.
Aksi pembelian BBM untuk untuk kepentingan ilegal biasanya dijumpai dengan berbagai modus di antaranya untuk menjual secara eceran. Selain itu modus lainnya yakni membeli BBM menggunakan jeriken dengan alasan untuk keperluan genset listrik, namun pada kenyataannya untuk diperjualbelikan antar negara di daerah perbatasan.
Modus ini tercium aparat setelah melalui pengintaian beberapa hari terkahir, anggota TNI yang sudah mencurigai langsung menyita 12 jeriken ukuran 35 liter bersama BBM jenis premium dalam mobil angkot.
“Saat diinterogasi, sopir dan kendektur mengaku hanya menerima titipan dari seseorang di Wini atas nama Sole,” ungkap Intel Kodim 1618 TTU di Kefamenanu Kopral Kepala Yohanes Cornelis Tade, Rabu, (17/10/2012).
Cornelis mengatakan usai mendata jumlah Bahan bakar Minyak (BBM) yang disita, sopir dan angkot itu dibiarkan pergi, sementara BBM jenis premium itu diamankan di Makodim 1618 TTU.
Aksi pembelian BBM untuk untuk kepentingan ilegal biasanya dijumpai dengan berbagai modus di antaranya untuk menjual secara eceran. Selain itu modus lainnya yakni membeli BBM menggunakan jeriken dengan alasan untuk keperluan genset listrik, namun pada kenyataannya untuk diperjualbelikan antar negara di daerah perbatasan.
(azh)