Tolak penggusuran, PKL Surken ancam demo
Kamis, 11 Oktober 2012 - 14:06 WIB
Tolak penggusuran, PKL Surken ancam demo
A
A
A
Sindonews.com - Ribuan pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di sepanjang Jalan Suryakencana (Surken), Bogor Tengah, Kota Bogor mengancam akan menggelar unjukrasa besar-besaran.
Hal itu terkait kebijakan Pemkot Bogor yang berencana penertiban PKL yang bertujuan untuk mengatasi kemacetan pada Senin 15 Oktober 2012 mendatang.
"Kita sudah terima surat pemberitahuannya dari petugas Trantib kelurahan, bahwa jalan Suryakencana akan dibersihkan dari PKL. Kita tidak akan diam," ujar salah satu koordinator PKL Suryakencana, Iwan, Kamis (11/10/2012).
Lebih lanjut ia menegaskan, para PKL akan melakukan perlawanan keras terhadap petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), jika lapak, tenda dan gerobaknya digusur paksa.
"Sebab kita akan cari makan di mana? Ini sumber pendapatan kami satu-satunya. Masih mending kalau Pemkot memberikan solusi. Ini tidak ada relokasi," katanya.
Menurut Iwan pihaknya siap diajak dialog dengan Pemkot jika memang ada kesempatan. "Sebaiknya kita dibina, bukan digusur. Kita siap ditata dan dipungut biaya asal legal ada hitam di atas putih dan ada jaminan tidak diganggu-ganggu," tuturnya.
Hal senada diungkapkan, Andi (25), pedagang yang sudah puluhan tahun berjualan di sepanjang Jalan Suryakencana. Dia menolak penggusuran karena menurutnya PKL di sana sudah ada sejak lama.
"Ya, kami akan menolak penggusuran tanpa alasan yang jelas. Sebab, alasan untuk mengatasi kemacetan atau menegakan perda, kenapa baru sekarang? Bukankah PKL ini sejak dahulu memang sudah ada," jelasnya.
Selain itu ia menegaskan kalau memang tujuannya penegakan perda, sebaiknya Pemkot melalui Satpol PP tidak tebang pilih.
"Kalau mau ditertibkan, gusur juga PKL di sepanjang jalan Siliwangi, yang letaknya bersebelahan dengan jalan Suryakencana. Bahkan kalau serius, seluruh PKL yang berjualan di trotoar juga ditertibkan," tegasnya.
Hal itu terkait kebijakan Pemkot Bogor yang berencana penertiban PKL yang bertujuan untuk mengatasi kemacetan pada Senin 15 Oktober 2012 mendatang.
"Kita sudah terima surat pemberitahuannya dari petugas Trantib kelurahan, bahwa jalan Suryakencana akan dibersihkan dari PKL. Kita tidak akan diam," ujar salah satu koordinator PKL Suryakencana, Iwan, Kamis (11/10/2012).
Lebih lanjut ia menegaskan, para PKL akan melakukan perlawanan keras terhadap petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), jika lapak, tenda dan gerobaknya digusur paksa.
"Sebab kita akan cari makan di mana? Ini sumber pendapatan kami satu-satunya. Masih mending kalau Pemkot memberikan solusi. Ini tidak ada relokasi," katanya.
Menurut Iwan pihaknya siap diajak dialog dengan Pemkot jika memang ada kesempatan. "Sebaiknya kita dibina, bukan digusur. Kita siap ditata dan dipungut biaya asal legal ada hitam di atas putih dan ada jaminan tidak diganggu-ganggu," tuturnya.
Hal senada diungkapkan, Andi (25), pedagang yang sudah puluhan tahun berjualan di sepanjang Jalan Suryakencana. Dia menolak penggusuran karena menurutnya PKL di sana sudah ada sejak lama.
"Ya, kami akan menolak penggusuran tanpa alasan yang jelas. Sebab, alasan untuk mengatasi kemacetan atau menegakan perda, kenapa baru sekarang? Bukankah PKL ini sejak dahulu memang sudah ada," jelasnya.
Selain itu ia menegaskan kalau memang tujuannya penegakan perda, sebaiknya Pemkot melalui Satpol PP tidak tebang pilih.
"Kalau mau ditertibkan, gusur juga PKL di sepanjang jalan Siliwangi, yang letaknya bersebelahan dengan jalan Suryakencana. Bahkan kalau serius, seluruh PKL yang berjualan di trotoar juga ditertibkan," tegasnya.
(rsa)