Hujan tiba, 15 kecamatan di Kuningan rawan longsor
Rabu, 10 Oktober 2012 - 19:46 WIB
Hujan tiba, 15 kecamatan di Kuningan rawan longsor
A
A
A
Sindonews.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mencatat sebanyak 15 kecamatan di Kabupaten Kuningan tergolong daerah rawan longsor selama musim hujan berlangsung.
Kepala BPBD Kabupaten Kuningan Hidayat mengungkapkan, daerah rawan longsor tersebut meliputi Kecamatan Kadugede, Nusaherang, Darma, Selajambe, Subang, Cilebak, Hantara, Ciniru, Ciwaru, Karangkancana, Cigugur, sebagian wilayah Kecamatan Kuningan, Mandirancan, Cibeurem dan Cibingbin.
"Kebanyakan wilayah yang terancam berada di areal perbukitan di wilayah Kuningan yang labil," Hidayat, di Kuningan, Rabu (10/10/2012).
Dia menjelaskan, untuk daerah Kuningan bagian selatan, seperti Kecamatan Kadugede, Nusaherang dan Darma terdapat banyak pemukiman warga di atas tanah dengan struktur yang labil, sehingga mempunyai kecendrungan sangat besar untuk mengalami tanah longsor.
Meskipun mereka menyadari akan resiko kemungkinan bencana tersebut, namun warga tetap menempati daerah tersebut karena sudah turun temurun.
"Penduduk yang tinggal di daerah rawan longsor, membangun rumah karena faktor tanah warisan dan sudah turun temurun. Kami pun tidak bisa memaksa mereka untuk pindah, karena sudah pilihan mereka. Kecuali kondisinya sudah sangat membahayakan, maka perlu dikoordinasikan untuk dilakukan relokasi ke daerah yang lebih aman," terangnya.
Namun, untuk mengantisipasi bencana longsor terjadi, Pemerintah Kabupaten Kuningan telah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada kepala SKPD dan Camat se-Kabupaten Kuningan berupa imbauan untuk waspada dan segera melakukan antisipasi kemungkinan bahaya tanah longsor dan bahaya banjir di daerahnya.
"Melalui surat edaran Bupati Kuningan, telah diimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pengrusakan terhadap alam, menjaga kebersihan lingkungan dan jika terjadi bencana agar cepat tanggap untuk melapor dan berkoordinasi dengan instansi terkait serta mengambil langkah-langkah darurat," ujarnya.
Kepala BPBD Kabupaten Kuningan Hidayat mengungkapkan, daerah rawan longsor tersebut meliputi Kecamatan Kadugede, Nusaherang, Darma, Selajambe, Subang, Cilebak, Hantara, Ciniru, Ciwaru, Karangkancana, Cigugur, sebagian wilayah Kecamatan Kuningan, Mandirancan, Cibeurem dan Cibingbin.
"Kebanyakan wilayah yang terancam berada di areal perbukitan di wilayah Kuningan yang labil," Hidayat, di Kuningan, Rabu (10/10/2012).
Dia menjelaskan, untuk daerah Kuningan bagian selatan, seperti Kecamatan Kadugede, Nusaherang dan Darma terdapat banyak pemukiman warga di atas tanah dengan struktur yang labil, sehingga mempunyai kecendrungan sangat besar untuk mengalami tanah longsor.
Meskipun mereka menyadari akan resiko kemungkinan bencana tersebut, namun warga tetap menempati daerah tersebut karena sudah turun temurun.
"Penduduk yang tinggal di daerah rawan longsor, membangun rumah karena faktor tanah warisan dan sudah turun temurun. Kami pun tidak bisa memaksa mereka untuk pindah, karena sudah pilihan mereka. Kecuali kondisinya sudah sangat membahayakan, maka perlu dikoordinasikan untuk dilakukan relokasi ke daerah yang lebih aman," terangnya.
Namun, untuk mengantisipasi bencana longsor terjadi, Pemerintah Kabupaten Kuningan telah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada kepala SKPD dan Camat se-Kabupaten Kuningan berupa imbauan untuk waspada dan segera melakukan antisipasi kemungkinan bahaya tanah longsor dan bahaya banjir di daerahnya.
"Melalui surat edaran Bupati Kuningan, telah diimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pengrusakan terhadap alam, menjaga kebersihan lingkungan dan jika terjadi bencana agar cepat tanggap untuk melapor dan berkoordinasi dengan instansi terkait serta mengambil langkah-langkah darurat," ujarnya.
(mhd)