Goda istri orang, tukang batu dikeroyok TNI
Selasa, 09 Oktober 2012 - 19:13 WIB
Goda istri orang, tukang batu dikeroyok TNI
A
A
A
Sindonews.com – Nasib nahas menimpa Rasman (18), seorang tukang batu di Polewali Mandar yang babak belur dihajar anggota TNI. Ia dihajar setelah menggoda istri salah satu pelaku pengeroyokan oknum TNI tersebut.
Kejadiannya itu bermula saat korban yang bekerja sebagai tukang batu di RSUD Polman, meledek seorang pegawai rumah sakit yang saat itu sedang menelepon. Ternyata, perempuan yang digoda tersebut ternyata istri seorang anggota TNI.
Mendengar ucapan Rasman, si perempuan tersinggung dan sontak menelepon suaminya. Tidak lama kemudian, enam orang anggota TNI tiba di lokasi.
Saat itulah keenam anggota TNI dari Markas Kompi B Senapan B 721 langsung menghajar Rasman. Selanjutnya Rasman dinaikkan ke mobil patroli untuk dibawa ke kantor polisi.
Salah seorang anggota Polres yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, korban sempat dimasukkan di dalam untuk diamankan.
Rasman diketahui sebagai seorang tukang batu yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polewali Mandar.
Dandim Polewali Letkol Infanteri Ydhi Murfi, yang dikonfirmasi terkait insiden tersebut membenarkan. Dikatakan dia, insiden itu terjadi karena kesalahpahaman antara tukang batu dengan anggota TNI dan istrinya.
“Ini hanya salah paham saja. Dan tidak ada pengeroyokan,” singkatnya kepada SINDO di kantor DPRD Polewali Mandar, Selasa (9/10/2012).
Bahkan menurut Yudhi, persoalan ini sudah diselesaikan kedua belah pihak dan sepakat untuk tidak memproses. Apalagi, setelah keduanya dipertemukan ternyata mereka masih keluarga.
“Keduanya sepakat tidak memproses lebih lanjut. Dan sudah tanda tangan surat perdamaian di Polres,” jelas Yudhi.
Sementara itu, Kapolres Polewali Mandar AKBP Johan Priyoto yang dikonfirmasi juga membenarkan kejadian itu. Hal yang sama juga disampaikan, kasus ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan.
“Sudah didamaikan, dan tidak ada masalah lagi,” ujar Johan.
Ia menjelaskan, peristiwa itu terjadi karena adanya kesalahpahaman. Istri anggota TNI tersebut menyangka bahwa si Rasman, telah menggoda dirinya saat sedang menelpon. Begitupun sebaliknya, Rasman, menyangka dirinya sedang disapa oleh si perempuan.
Kejadiannya itu bermula saat korban yang bekerja sebagai tukang batu di RSUD Polman, meledek seorang pegawai rumah sakit yang saat itu sedang menelepon. Ternyata, perempuan yang digoda tersebut ternyata istri seorang anggota TNI.
Mendengar ucapan Rasman, si perempuan tersinggung dan sontak menelepon suaminya. Tidak lama kemudian, enam orang anggota TNI tiba di lokasi.
Saat itulah keenam anggota TNI dari Markas Kompi B Senapan B 721 langsung menghajar Rasman. Selanjutnya Rasman dinaikkan ke mobil patroli untuk dibawa ke kantor polisi.
Salah seorang anggota Polres yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, korban sempat dimasukkan di dalam untuk diamankan.
Rasman diketahui sebagai seorang tukang batu yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polewali Mandar.
Dandim Polewali Letkol Infanteri Ydhi Murfi, yang dikonfirmasi terkait insiden tersebut membenarkan. Dikatakan dia, insiden itu terjadi karena kesalahpahaman antara tukang batu dengan anggota TNI dan istrinya.
“Ini hanya salah paham saja. Dan tidak ada pengeroyokan,” singkatnya kepada SINDO di kantor DPRD Polewali Mandar, Selasa (9/10/2012).
Bahkan menurut Yudhi, persoalan ini sudah diselesaikan kedua belah pihak dan sepakat untuk tidak memproses. Apalagi, setelah keduanya dipertemukan ternyata mereka masih keluarga.
“Keduanya sepakat tidak memproses lebih lanjut. Dan sudah tanda tangan surat perdamaian di Polres,” jelas Yudhi.
Sementara itu, Kapolres Polewali Mandar AKBP Johan Priyoto yang dikonfirmasi juga membenarkan kejadian itu. Hal yang sama juga disampaikan, kasus ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan.
“Sudah didamaikan, dan tidak ada masalah lagi,” ujar Johan.
Ia menjelaskan, peristiwa itu terjadi karena adanya kesalahpahaman. Istri anggota TNI tersebut menyangka bahwa si Rasman, telah menggoda dirinya saat sedang menelpon. Begitupun sebaliknya, Rasman, menyangka dirinya sedang disapa oleh si perempuan.
(rsa)