Senpi & amunisi sisa konflik Ambon dimusnahkan
Selasa, 09 Oktober 2012 - 16:21 WIB
Senpi & amunisi sisa konflik Ambon dimusnahkan
A
A
A
Sindonews.com – Kodam 16 Pattimura memusnahkan sebanyak 280 pucuk senjata api rakitan serta mengamankan 59 pucuk senjata organik standar dan ribuan amunisi di Lapangan Markas Lantamal IX Ambon.
Kepala Staf Kodam 16 Pattimura Brigjen Winston Simanjuntak, bersama Kapolda Maluku Brigjen Muktiono melakukan pemusnahan senjata ini dengan cara memotong dengan mesin.
Sebelumnya, aparat TNI juga memeriksa laras senjata untuk mencegah adanya amunisi di dalam senjata tersebut.
Menurut Simanjuntak, ratusan senjata ini merupakan senjata yang masih berada di tangan warga yang diserahkan kepada aparat Kodam 16 Patimura dari berbagai kawasan di Maluku.
Simanjuntak menyatakan, dalam pemusnahan ini juga terdapat 59 senjata standard dan 1.747 butir amunisi yang merupakan hasil penyerahan warga sipil dari berbagai wilayah Maluku sejak Mei 2011 hingga 13 September 2012.
Senjata–senjata ini di antaranya diserahkan warga kepada Satuan Penugasan (Satgas) dari Yonif 131 Praja Sakti Kodam I Bukit Barisan, dan Yonif 516 Caraka Yudha Kodam V Brawijaya.
"Semua senjata yang kami amankan ini merupakan sisa-sisa peninggalan konflik antar warga di Maluku, baik konflik antar kampung maupun konflik tahun 1999 lalu," ungkap Simanjuntak, Selasa (9/10/2012).
Dia mengaku, hingga saat ini diduga masih banyak senjata sejenis yang beredar di tangan warga. Karena itu, pihaknya mengimbau agar warga segera menyerahkan senjata tersebut.
"Kami akan merahasiakan identitas mereka yang mau menyerahkan senjata tersebut," katanya.
Dalam pemusnahan ini yang hanya dimusnahkan adalah senjata rakitan, sementara 59 pucuk senjata api organik, dan 1.747 butir amunisinya, akan diserahkan ke Pusat Peralatan dan Perbekalan Mabes TNI Angkatan Darat di Jakarta.
Selain pemusnahan senjata api rakitan itu juga dilaksanakan upacara pelepasan Satgas Yonif 131 Praja Sakti Kodam I Bukit Barisan, dan Yonif 516 Caraka Yudha Kodam V Brawijaya, yang telah selesai masa tugasnya di Maluku dan digantikan Satgas Yonif 200 Raiders Kodam II Sriwijaya dan Yonif 512 Urata Yudhya Kodam V Brawijaya.
Kepala Staf Kodam 16 Pattimura Brigjen Winston Simanjuntak, bersama Kapolda Maluku Brigjen Muktiono melakukan pemusnahan senjata ini dengan cara memotong dengan mesin.
Sebelumnya, aparat TNI juga memeriksa laras senjata untuk mencegah adanya amunisi di dalam senjata tersebut.
Menurut Simanjuntak, ratusan senjata ini merupakan senjata yang masih berada di tangan warga yang diserahkan kepada aparat Kodam 16 Patimura dari berbagai kawasan di Maluku.
Simanjuntak menyatakan, dalam pemusnahan ini juga terdapat 59 senjata standard dan 1.747 butir amunisi yang merupakan hasil penyerahan warga sipil dari berbagai wilayah Maluku sejak Mei 2011 hingga 13 September 2012.
Senjata–senjata ini di antaranya diserahkan warga kepada Satuan Penugasan (Satgas) dari Yonif 131 Praja Sakti Kodam I Bukit Barisan, dan Yonif 516 Caraka Yudha Kodam V Brawijaya.
"Semua senjata yang kami amankan ini merupakan sisa-sisa peninggalan konflik antar warga di Maluku, baik konflik antar kampung maupun konflik tahun 1999 lalu," ungkap Simanjuntak, Selasa (9/10/2012).
Dia mengaku, hingga saat ini diduga masih banyak senjata sejenis yang beredar di tangan warga. Karena itu, pihaknya mengimbau agar warga segera menyerahkan senjata tersebut.
"Kami akan merahasiakan identitas mereka yang mau menyerahkan senjata tersebut," katanya.
Dalam pemusnahan ini yang hanya dimusnahkan adalah senjata rakitan, sementara 59 pucuk senjata api organik, dan 1.747 butir amunisinya, akan diserahkan ke Pusat Peralatan dan Perbekalan Mabes TNI Angkatan Darat di Jakarta.
Selain pemusnahan senjata api rakitan itu juga dilaksanakan upacara pelepasan Satgas Yonif 131 Praja Sakti Kodam I Bukit Barisan, dan Yonif 516 Caraka Yudha Kodam V Brawijaya, yang telah selesai masa tugasnya di Maluku dan digantikan Satgas Yonif 200 Raiders Kodam II Sriwijaya dan Yonif 512 Urata Yudhya Kodam V Brawijaya.
(rsa)